Tag : singapura

Aksi Simpan Dolar di Singapura Dinilai Meresahkan

Aksi Simpan Dolar di Singapura Dinilai Meresahkan

Langkah Bank Indonesia (BI) mempertegas penggunaan Rupiah di seluruh kawasan RI mendapat dukungan. BI pun sudah membentuk task force untuk menegas hal tersebut. Analis valas Farial Anwar menceritakan bahwa BI kini tengah melakukan tindakan nyata guna mengurangi defisit negara dengan cara mensosialisasikan UU No 7 tahun 2011, terkait penggunaan Rupiah, dan memberi sanksi khusus terhadap pihak-pihak yang melanggarnya. Masalah defisit negara ini sudah menjadi masalah yang berkepanjangan. Maka dari itu BI mengambil tindakan agar defisit negara bisa segera diatasi. Salah satunya sekarang BI sudah membentuk focus group yang dibantu juga oleh departemen yang bersangkutan dengan hal tersebut. Dirinya menjelaskan hal ini bertujuan untuk mengurangi permintaan dolar di Indonesia yang terus meningkat. Mengingat banyaknya transaksi-transaksi di Indonesia yang masih menggunakan dolar. Diharapkan bisa mengurangi permintaan dolar. Karena sudah menjadi rahasia umum di Indonesia ini banyak sekali transaksi-transaksi yang tidak ada hubungannya dengan luar negeri menggunakan dolar. Kita ingin mensosialisasikan kewajiban transaksi menggunakan Rupiah," Ujarnya. Dirinya juga
Singapura Hentikan Penerbitan Uang Pecahan 10.000 Dollar

Singapura Hentikan Penerbitan Uang Pecahan 10.000 Dollar

Otoritas Moneter Singapura (MAS) mengumumkan rencana penghentian penerbitan uang kertas pecahan 10.000 dollar Singapura pada 1 Oktober 2014 mendatang. Deputy Managing Director MAS Ong Chong Tee mengatakan perkembangan dan semakin majunya sistem pembayaran elektronik yang aman telah mengurangi kebutuhan transaksi berbasis uang tunai pecahan besar. Selain itu, Ong menambahkan, keputusan menghentikan penerbitan uang kertas ini adalah upaya menghentikan "ketidaknyamanan." "Peredaran uang kertas 10.000 dollar Singapura yang ada saat ini tetap legal, termasuk seluruh uang di bawah Currency Interchangeability Agreement dengan Brunei Darussalam. Ong menjelaskan pihaknya berharap stok uang kertas pecahan 10.000 dollar Singapura secara bertahap akan berkurang. Selain itu, uang yang sudah usang akan dikembalikan kepada MAS dan tidak akan diedarkan lagi.  
Ada Uang Pecahan SGD 10.000 di Kasus Suap, Ini Tanggapan BI

Ada Uang Pecahan SGD 10.000 di Kasus Suap, Ini Tanggapan BI

Mata uang dolar Singapura pecahan 10.000 kembali hangat diperbincangkan. Ini tidak lepas dari penangkapan Bupati Biak Numfor Yesaya Sombuk dan 5 orang lainnya di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK mendapati uang yang berjumlah sekitar 100.000 dolar Singapura. Uang itu terbagi dalam pecahan 10.000 dan 1.000. Kasus ini bukan yang pertama melibatkan 10.000 dolar Singapura. Dalam kasus suap Akil Mochtar (Mantan Ketua MK) dan Rudi Rubiadini (Mantan Kepala SKK Migas) pun ada mata uang ini. Bagaimana Bank Indonesia (BI) selaku otoritas yang berwenang dalam peredaran uang menyikapi hal ini? Belum ada pemikiran untuk membatasi peredaran itu. BI hanya mengurusi pembawaan uang keluar-masuk lintas negara di atas Rp 100 juta," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara saat ditemui di Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, Jakarta. BI, lanjut Tirta, hanya punya kewenangan untuk mengetahui dari mana asal uang yang masuk ke Indonesia dan untuk apa penggunaannya. "Kalau
Mendag Lutfi Kaget Ada Uang Dolar Singapura Pecahan 10.000

Mendag Lutfi Kaget Ada Uang Dolar Singapura Pecahan 10.000

Penggunaan mata uang dolar Singapura (SGD) pecahan besar hingga SGD 10.000 terkait kasus korupsi kini menjadi perbincangan hangat. Namun Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengaku dirinya tidak pernah melihat mata uang tersebut. Apa dolar Singapura 10.000? Nggak pernah lihat," ungkap Lutfi saat ditanya tentang mata uang tersebut saat ditemui di Gedung Kementerian Perdagangan Jalan Ridwan Rais. Ia juga mengaku tidak pernah memegang bahkan mempunyai mata uang tersebut. "Nggak. Nggak pernah lihat," cetusnya sambil menggelengkan kepala. Seperti diketahui mata uang SGD pecahan 10.000 ini mulai mencuat dan menjadi bahan kajian khusus Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) setelah ditemukan di beberapa kasus suap dan korupsi pejabat belakangan. PPATK menyebut uang spesial SGD 10.000 kian diburu para pelaku suap dan koruptor dari Indonesia. Satu lembar uang pecahan SGD 10.000 setara dengan segepok uang Rp 97 juta.