Tag : yield

Rupiah menguat ke Rp 14.320 per dolar AS pada Kamis (27/5) pagi

Rupiah menguat ke Rp 14.320 per dolar AS pada Kamis (27/5) pagi

Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan pada Kamis (27/5) pagi. Pukul 9.40 WIB, kurs rupiah spot berada di Rp 14.320 per dolar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah menguat 0,06% jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan Selasa (25/5) yang ada di Rp 14.328 per dolar AS. Dalam sepekan, nilai tukar rupiah masih tercatat menguat 0,38%. Duncan Tan, strategist DBS Bank mengungkapkan bahwa selisih yield surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun dengan US Treasury tenor 10 tahun cenderung menipis. "Potensi penurunan yield terbatas dalam jangka pendek dan yield tenor 10 tahun akan menghadapi tantangan untuk turun di bawah level 6%," ungkap Tan dalam catatan yang dikutip Bloomberg. Sumber : kontan
Rupiah Kembali Tertekan Sentimen Global

Rupiah Kembali Tertekan Sentimen Global

Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali tertekan pada perdagangan Rabu (26/3/2014). Data ekonomi Amerika Serikat yang membaik membuat penguatan Dollar Index bertahan. Membaiknya data harga rumah di AS serta tingkat kepercayaan konsumen memicu pelemahan euro dini hari tadi. US Treasury yield tenor 10 tahun juga ikut naik hingga ke 7,5 persen. Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, spekulasi tentang kapan Fed rate akan dinaikkan juga masih bertahan di pasar global. Parade data ekonomi AS masih akan berlangsung hari ini. Malam ini Durable Goods Consumption dan PMI Composite akan diumumkan.  Rupiah yang sempat menguat kemarin pagi akhirnya ditutup melemah bersamaan dengan aksi jual di pasar SUN. Pelemahan rupiah berpeluang berlanjut hari ini melihat data AS yang membaik itu.  Riset Trust Securities menyatakan laju rupiah melewati kisaran level resisten di level Rp 11.378 per dollar AS. Hari ini rupiah diproyeksikan bergerak di rentang Rp 11.368-11.342 per dollar AS (kurs tengah BI).
 Lewat 6 SUN, Utang RI Bertambah Rp15 T

Lewat 6 SUN, Utang RI Bertambah Rp15 T

Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) telah melakukan lelang enam seri Surat Utang Negara (SUN). Dari lelang tersebut, pemerintah mendapat tambahan utang Rp15 triliun. Melansir DJPU, Rabu (5/3/2014), telah dilakukan lelang SUN SPN03740605 (new issuance), SPN12150305 (new issuance), FR0069 (reopening), FR0070 (reopening), FR0071 (reopening) dan FR0087 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia (BI). Adapun total penawaran yang masuk sebesar Rp39,123 triliun. Berikut rincian dari SUN yang dimenangkan, seri SPN03740605 dengan yield terimbang sebesar 5,61 persen, jatuh tempo pada 5 Juni 2014, dimenangkan Rp1 triliun, dan seri SPN12150305 dengan yield terimbang sebesar 6,26 persen, jatuh tempo pada 5 Maret 2015, dimenangkan Rp1,5 triliun. Sementara seri FR0069 dengan yield terimbang sebesar 7,84 persen dan kupon 7,87 persen, jatuh tempo pada 15 April 2019, dimenangkan sebesar Rp1,9 triliun. Seri FR0070 dengan yield terimbang 8,08 persen dan tingkat kupon 8,37 persen, jatuh tempo pada 15 Maret 2024, dimenangkan sebesar Rp2,9 triliun. Sedangkan Seri FR0071 dengan yield terimbang sebesar 8,59