Tag : tukar

Rupiah Berhasil Unggul Terhadap Dolar

Rupiah Berhasil Unggul Terhadap Dolar

Sebelumnya ,laju nilai tukar rupiah terhadap dolar sempat melemah. Namun pada hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar sudah membaik. Rupiah berhasil unggul terhadap dolar AS. Namun laju rupiah masih mendapatkan sentimen negatif pasalnya, akan ada rencana pemangkasan anggaran dan juga realisasi Tax Amnesty. Sejak pembukaan pagi tadi, rupiah dibuka pada 13.110 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.127 per dolar AS. Hingga siang ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar masih berada di kisaran 13.079 per dolar AS hingga 13.124 per dolar AS. Dengan capaian ini, Rupiah berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 4.99%. penguatan rupiah ini memanfaatkan momentum melemah nya dolar as, hari ini dolar as mengalami pelemahan karena the fed berencanan untuk tidak menaikan suku bunga acuan,sehingga berimbas terhadap laju dolar as yang melemah terhadp sejumlah mata uang unggulan. Ada isu the fed tidak akan menaikan suku bunga acuan karena pertumbuhan ekonomi global masih
Laju Rupiah Masih Ditekan Kenaikan Suku Bunga As

Laju Rupiah Masih Ditekan Kenaikan Suku Bunga As

Nilai Tukar Rupiah saat ini masih belum mengalami perubahan. Nilai tukar rupiah anjlok hampir 5 hari berturut turut. Setelah imbas dari Yen jepang yang naik. Kali ini laju rupiah kembali mendapatkan tekanan dari Kenaikan suku bunga As. Kenaikan suku bunga ini membuat rupiah kembali tertekan oleh dolar As. Rupiah masih enggan bergerak dan masih berada di Rp.13.500 per dolar AS Masih minimnya sentimen positif membuat rupiah masih sulit untuk bergerak. Selain itu adanya kenaikan suku bunga As membuat terjadinya keluarnya dana asing di indonesia untuk pindah ke amerika. Sehingga dengan begitu laju Dolar As sudah tidak bisa terbendung dan mengungguli mata uang lainnya termasuk rupiah. Saat ini BI terus melakukan kebijakan moneter yang bisa membantu rupiah agar bisa bergerak masuk kedalam zona aman. Rupiah saat ini masih melemah 9,5 poin atau 0,07 persen ke Rp13.574 per USD. Rupiah cendrung tidak mengalami pergerakan namun cendrung akan melemah ke tahap lebih lanjut.
Rupiah Bangkit, Saat Harga Minyak Dunia Naik

Rupiah Bangkit, Saat Harga Minyak Dunia Naik

Saat ini laju rupiah masih stabil namun cendrung mengalami pelemahan, akibat tidak adanya sentimen fundamental positif yang mampu mendongkrak rupiah. Nilai tukar rupiah untuk dolar masih dalam sentimen negatif, karena masih minimnya sentimen global. Saat ini yang menjadi acuan adalah, adanya penguatan harga minyak dunia yang secara perlahan membebani laju Dolar As, sehingga dengan begini Rupiah memiliki peluang untuk naik memasuki zona aman. Pada sebelumnya, harga minyak yang anjlok sangat menekan laju rupiah. Rupiah akan terbantu menguat saat, Mentri keuangan jepang akan melakukan intervensi terhadap yen jepang sehingga mampu menekan laju Dolar As untuk Sesi Asia, sehingga memperkokoh laju yen di zona positifnya. Saat ini indeks nilai tukar rupiah melemah, rupiah berada di level Rp13.333 per dolar AS. Pada sebelumnya berada di level Rp13.284 per dolar AS.
Terus Menguat Rupiah Sentuh Level 13.911 Per Dolar AS

Terus Menguat Rupiah Sentuh Level 13.911 Per Dolar AS

Nilai tukar rupiah kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu pagi ini. Penyebab penguatan tersebut adalah banyaknya sentimen positif, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah berada pada kisaran level 13.934 per dolar AS pada pukul 09.55 WIB. Rupiah dibuka menguat di level 14.180 per dolar AS dibandingkan penutupan pada hari kemarin di level 14.241 per dolar AS. Sejak pagi hingga menjelang siang ini, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran 13.911 hingga 14.180 per dolar AS.Sementara itu, kurs tengah atau kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah menguat 317 poin menjadi 14.065 per dolar AS pada Rabu, dari perdagangan Selasa yang berada di level 14.282 per dolar AS. rupiah menguat karena sentimen positif dari faktor eksternal dan internal. Dari faktor eksternal, katanya, data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dirilis pada Jumat pekan lalu tidak sesuai ekspektasi pasar.hal itu akan berpotensi menunda