Tag : pelemahan

Akhir Pekan, Rupiah Harus Kembali Melemah

Akhir Pekan, Rupiah Harus Kembali Melemah

Laju mata uang indonesia terhadap Dolar AS pada perdagangan hari ini harus kembali melemah. Pada sebelumnya laju rupiah sempat di tutup positif. namun pada perdagangan menjelang akhir pekan ini, rupiah di buka anjlok, pelemahan ini karena dolar as terlihat kembali menguat terhadap yen dan juga euro. Pasca rilis data ekonomi di amerika yang positif, dolar as terpantau mengalami penguatan terhdap sejumlah mata uang unggulan lainnya. hingga siang ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar as terlihat melemah sekitar 0,06% menjadi 13.112 per dollar AS. sebelumnya, nilai tukar rupiah ditutup di level 13.103 per dollar AS. Di lihat dari data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, Rupiah sempat di buka pada level Rp 13.120/usd. Torehan angka ini merupakan angka yang negatif jika di bandingkan dengan level penutupan kemarin yaitu di level Rp13.113/USD. Hingga saat ini, laju rupiah masih di kisaran Rp13.106-Rp13.125/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah memburuk dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.103/USD. Pelemahan ini akibat,
Rupiah Berhasil Unggul Terhadap Dolar

Rupiah Berhasil Unggul Terhadap Dolar

Sebelumnya ,laju nilai tukar rupiah terhadap dolar sempat melemah. Namun pada hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar sudah membaik. Rupiah berhasil unggul terhadap dolar AS. Namun laju rupiah masih mendapatkan sentimen negatif pasalnya, akan ada rencana pemangkasan anggaran dan juga realisasi Tax Amnesty. Sejak pembukaan pagi tadi, rupiah dibuka pada 13.110 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.127 per dolar AS. Hingga siang ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar masih berada di kisaran 13.079 per dolar AS hingga 13.124 per dolar AS. Dengan capaian ini, Rupiah berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 4.99%. penguatan rupiah ini memanfaatkan momentum melemah nya dolar as, hari ini dolar as mengalami pelemahan karena the fed berencanan untuk tidak menaikan suku bunga acuan,sehingga berimbas terhadap laju dolar as yang melemah terhadp sejumlah mata uang unggulan. Ada isu the fed tidak akan menaikan suku bunga acuan karena pertumbuhan ekonomi global masih
Laju Rupiah Masih Tertekan Beberapa Mata Uang

Laju Rupiah Masih Tertekan Beberapa Mata Uang

Pada perdagangan akhir pekan ini, laju rupiah masih tertekan beberapa mata uang di Asia seperti Yen Jepang. Rupiah masih diprediksi masih akan terus mengalami pelemahan. Hal tersebut merupakan imbas dari BOJ yang melakukan perpanjangan stimulus, selian itu para investor di bursa asia cendrung menjauhi beberapa mata uang di Asia yang terkena imbas dari Yen Jepang. Saat ini sektor pasar global masih bergantung terhadap harga minyak mentah dunia yang mengalami kenaikan, sehingga dengan begini mampu menekan laju dolar As untuk beberapa mata uang lainnya. namun tidak terlalu mempengaruhi terhadap Mata uang indoensia. Pelemahan Rupiah saat ini masih di picu oleh yen jepang. Yen jepang melemah akibat para pelaku pasar mewaspadai keputusan BOJ yang akan melakukan perpanjangan stimulus bulan depan untuk membantu meningkatkan perekonomian Jepang.
Ekspor Mampu Angkat Kembali Nilai Tukar Rupiah

Ekspor Mampu Angkat Kembali Nilai Tukar Rupiah

Pelemahan perekonomian di Tanah Air membuat penjualan di sektor ritel mengalami penurunan hingga 30 persen. Untuk mengatasi pelemahan tersebut, pemerintah memerlukan strategi non konvensional. di tengah perlambatan ekonomi serta pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), harusnya Indonesia memanfaatkan hal tersebut untuk mendorong ekspor. Caranya, dengan memberikan intensif kepada kredit ekspor dan mendorong industri nasional ke pasar ekspor. Sekarang penjualan ritel turun 30 pesen, ini masalah tapi juga opportunity karena 30 persen pabrik kita kelebihan produksi, rupiah lemah, itu 2 faktor yang bisa digenjot ekspor Indonesia. Asal dibantu dengan adanya kredit ekspor Langkah tersebut lebih baik ketimbang meredam rupiah dengan melakukan intervensi. "Daripada BI setiap hari intervensi US$ 250 juta itupun jebol.Dengan kredit ekspor maka pelaku usaha bisa mengirim barang dengan jumlah besar. Imbasnya, perekonomian pun bisa berangsur pulih. Padahal kalau uang itu dibikin untuk kredit ekspor, banyak pengusaha bisa kirim barang ke pelabuhan tapi nggak tahan pembayaran 4-6 bulan, kalau di kasih