Tag : yen

Laju Rupiah Masih Tertekan Beberapa Mata Uang

Laju Rupiah Masih Tertekan Beberapa Mata Uang

Pada perdagangan akhir pekan ini, laju rupiah masih tertekan beberapa mata uang di Asia seperti Yen Jepang. Rupiah masih diprediksi masih akan terus mengalami pelemahan. Hal tersebut merupakan imbas dari BOJ yang melakukan perpanjangan stimulus, selian itu para investor di bursa asia cendrung menjauhi beberapa mata uang di Asia yang terkena imbas dari Yen Jepang. Saat ini sektor pasar global masih bergantung terhadap harga minyak mentah dunia yang mengalami kenaikan, sehingga dengan begini mampu menekan laju dolar As untuk beberapa mata uang lainnya. namun tidak terlalu mempengaruhi terhadap Mata uang indoensia. Pelemahan Rupiah saat ini masih di picu oleh yen jepang. Yen jepang melemah akibat para pelaku pasar mewaspadai keputusan BOJ yang akan melakukan perpanjangan stimulus bulan depan untuk membantu meningkatkan perekonomian Jepang.
IMF pertimbangkan Yuan masuk mata uang cadangan

IMF pertimbangkan Yuan masuk mata uang cadangan

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) sedang mempertimbangkan untuk menyertakan mata uang China, Yuan dalam keranjang mata uang cadangan (Special Drawing Rights/SDR). SDR adalah mata uang internasional yang diciptakan IMF untuk mengatasi kesulitan likuiditas internasional dan menjaga stabilitas kurs mata uang. Hingga kini, sejumlah mata uang yang termasuk dalam Special Drawing Rights yakni, Dolar AS, Euro, Poundsterling Inggris, dan Yen Jepang. Mata uang tersebut digunakan untuk membantu membiayai negara-negara anggota IMF yang kekurangan devisa. Melansir laman NHK, Kamis (6/8/2015), IMF meninjau kembali keempat komposisi mata uang tersebut setiap 5 tahun. Pada peninjauan kali ini, fokus IMF adalah kemungkinan memasukkan Yuan sebagai mata uang ke-5. Menurut IMF, laporan volume perdagangan China memenuhi syarat untuk memasukkan Yuan sebagai SDR. Meskipun demikian Yuan tidak bebas digunakan seperti Dolar AS atau Yen Jepang. Pemerintah China pun diketahui memang tertarik untuk memasukkan mata uangnya dalam SDR. Anggota dewan eksekutif IMF kemungkinan besar memutuskan masalah tersebut pada akhir tahun ini.
Rupiah Berharap Berkah Penguatan Yen Jepang

Rupiah Berharap Berkah Penguatan Yen Jepang

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih belum dapat bergerak banyak. Rupiah sampai kemarin masih berkutat di level Rp12.000 per USD. Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada, mengatakan meski rilis data-data di pasar tenaga kerja hingga construction spending menunjukkan pelemahan, namun turunnya laju euro membuat laju dolar Amerika Serikat (AS) masih melanjutkan kenaikannya. Imbasnya tentu pada laju nilai tukar Rupiah yang sempat kembali terdepresiasi. Akan tetapi, mulai adanya aksi beli pada Yen yang berakibat pada menguatnya Yen dapat mengimbangi penguatan dolar AS dan Rupiah pun dapat tertahan pelemahannya," kata dia dalam risetnya di Jakarta. Laju Rupiah di atas level resisten Rp12.179 per USD. Diharapkan penguatan ini dapat berlanjut memanfaatkan penguatan Yen. Rupiah diperkirakan berada di Rp12.150-Rp12.128 menurut kurs tengah BI. Sekadar informasi, rendahnya pertumbuhan market manufacturing PMI di sejumlah Negara Zona Euro antara lain Spanyol, Italia, Perancis, Jerman, dan Zona Euro memberikan sentimen negatif sehingga membuat laju bursa
Rupiah Ditaksir Melemah di Rp11.794-11.825

Rupiah Ditaksir Melemah di Rp11.794-11.825

Masih berlanjutnya penguatan dolar Amerika Serikat (AS) membuat laju Rupiah tidak berkutik dan pasrah tetap di zona merah. Pasalnya Rupiah masih belum mendapatkan sentimen positif dari luar negeri. Research Analyst of AAEI, Reza Priyambada, mengatakan masih berlanjutnya pelemahan yen Jepang dan masih beredarnya spekulasi akan rencana The Fed menaikkan suku bunganya lebih cepat turut masih menjadi sentimen positif bagi laju dolar AS. Laju Rupiah di atas level support Rp11.793. Masih kuatnya laju dolar AS sepertinya akan sulit bagi Rupiah untuk menghadangnya sehingga akan berpeluang pelemahan lanjutan di Rp11.794-11.825 (kurs tengah BI)," kata dia dalam risetnya di Jakarta Dia melanjutkan, melemahnya yen memberikan sentimen positif buat laju Nikkei dan Topix namun, tidak diikuti oleh laju bursa saham Asia lainnya yang masih melanjutkan pelemahan. Rilis kenaikan inflasi bulanan China direspons negatif pelaku pasar yang mengkhawatirkan nantinya PboC akan mengetatkan kebijakan moneternya dan menunda stimulusnya," katanya. Menurutnya, penguatan bursa saham Eropa tampaknya tidak berlanjut di hari keempat perdagangan