Tag : utama

Dollar Melambung

Dollar Melambung

Dolar bergerak menguat terhadap mata uang utama lainnya pada penutupan sesi Jumat, bahkan setelah munculnya laporan yang menunjukkan bahwa nonfarm payrolls AS naik kurang dari yang diharapkan pada bulan lalu. EUR / USD turun sebanyak 0,49% ke 1,0874. Dolar berbalik lebih tinggi terhadap pound, dengan GBP / USD turun 0,21% di 1,5480. Dolar juga lebih tinggi terhadap yen dan franc Swiss, dengan USD / JPY naik 0,20% ke 124,99 dan USD / CHF naik 0,75% ke 0,9878. Indeks dolar AS, suatu ukuran kekuatan greenback terhadap perdagangan dari enam mata uang utama, naik 0,24% dan menetap pada level 98,09. Departemen Tenaga Kerja mengatakan bahwa AS menambahkan 215.000 pekerjaan pada bulan lalu, dimana mengecewakan terhadap ekspektasi untuk peningkatan 223.000. Pada bulan Juni, 231.000 pekerjaan diciptakan. Tingkat pengangguran AS tetap tidak berubah pada 5,3% pada bulan Juli, sesuai dengan perkiraan. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa rata-rata penghasilan per jam AS naik 0,2% bulan lalu, sesuai dengan perkiraan,
Rupiah Dibuka Semakin Kuat ke Rp11.590/USD

Rupiah Dibuka Semakin Kuat ke Rp11.590/USD

Penguatan masih terjadi pada Mata Uang Garuda. Derasnya capital inflow yang mengalir ke Indonesia, telah membuat Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).  Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 22,20 poin atau setara dengan 0,8 persen ke Rp11.593 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp11.590-Rp11.596 per USD. Rupiah menguat di tengah penguatan dolar AS yang menanti data consumer price index (CPI). Dolar AS tercatat hanya berada 0,2 persen dari level tertinggi empat minggu terhadap beberapa mata uang utama. Dolar AS menguat, menanti data inflasi. Para analis memperkirakan inflasi akan berada di tingkat tertinggi sejak Oktober 2012, dan hal ini akan membuat Bank Sentra Amerika, the Federal Reserve, mengetatkan kebijakan moneternya. Greenback telah meningkat terhadap Kelompok 10 mata uang utama, karena para pedagang meningkatkan taruhan bahwa pejabat Fed akan menaikkan suku bunga acuan mendekati 0 persen pada pertengahan 2015.
Dolar AS Melemah, Rupiah Dibuka Menguat Rp11.776/USD

Dolar AS Melemah, Rupiah Dibuka Menguat Rp11.776/USD

Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) dibuka menguat tipis ke Rp11.776 per USD dari Rp11.789 per USD. Rupiah pagi ini bergerak dalam kisaran Rp11.770-Rp11.781 per USD. Dolar AS tergelincir untuk sesi kedua berturut-turut terhadap beberapa mata uang utama, setelah penjualan ritel AS dan data klaim pNilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka masih berada di level Rp11.700 per USD. Rupiah mampu unjuk gigi, setelah dolar AS melemah karena serangkaian data di AS yang memburuk. Melengangguran mingguan yang meningkat, menunjukkan adanya pelemahan dalam perekonomian dan menahan spekulasi dari sikap hawkish dari Federal Reserve. Departemen Perdagangan mengatakan penjualan ritel naik 0,3 persen bulan lalu, jauh dari ekspektasi 0,6 persen. Penjualan ritel April pun direvisi menjadi sebesar 0,5 persen. Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur dolar AS dari enam mata uang utama, ditutup melemah 0,28 persen di 80,565. Sedangkan Treasury Bond AS 10-tahun terakhir naik dengan yield 2,588 persen
Jelang Pemilu, SBY Larang Menteri Ganti Dirut BUMN & Pejabat Eselon

Jelang Pemilu, SBY Larang Menteri Ganti Dirut BUMN & Pejabat Eselon

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada menterinya untuk tidak melakukan pergantian pejabat setingkat eselon I atau II di semua kementerian menjelang pemilihan presiden 9 Juli 2014.    Semua menteri dan anggota kabinet untuk tidak melakukan penggantian pejabat utama pemerintah dan usaha negara. Misalnya, eselon I kementerian dan dirut BUMN," kata SBY saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Kepresidenan. Namun jika ada pejabat di satu kementerian yang terpaksa dicopot, sebaiknya menteri itu memberi tahu kepada SBY dengan memberikan alasan yang tepat. Jika terpaksa, silakan laporkan kepada saya. Misalnya yang bersangkutan memasuki masa pensiun atau ada masalah lain yang serius. Tapi, jangan main copot dan main ganti. Karena timing-nya tidak tepat,"terang SBY. Alasan SBY melarang menteri untuk mengganti pejabat karena dalam waktu dekat masa pemerintahannya akan berakhir. Karena hakikatnya sekarang kita ada dalam masa transisi, 4,5 bulan itu tidak lama, masa bakti kita akan berakhir. Masa bakit pemerintahan baru akan dimulai. Sehingga ketika dan logikanya