Tag : menunjukkan

Dollar Melambung

Dollar Melambung

Dolar bergerak menguat terhadap mata uang utama lainnya pada penutupan sesi Jumat, bahkan setelah munculnya laporan yang menunjukkan bahwa nonfarm payrolls AS naik kurang dari yang diharapkan pada bulan lalu. EUR / USD turun sebanyak 0,49% ke 1,0874. Dolar berbalik lebih tinggi terhadap pound, dengan GBP / USD turun 0,21% di 1,5480. Dolar juga lebih tinggi terhadap yen dan franc Swiss, dengan USD / JPY naik 0,20% ke 124,99 dan USD / CHF naik 0,75% ke 0,9878. Indeks dolar AS, suatu ukuran kekuatan greenback terhadap perdagangan dari enam mata uang utama, naik 0,24% dan menetap pada level 98,09. Departemen Tenaga Kerja mengatakan bahwa AS menambahkan 215.000 pekerjaan pada bulan lalu, dimana mengecewakan terhadap ekspektasi untuk peningkatan 223.000. Pada bulan Juni, 231.000 pekerjaan diciptakan. Tingkat pengangguran AS tetap tidak berubah pada 5,3% pada bulan Juli, sesuai dengan perkiraan. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa rata-rata penghasilan per jam AS naik 0,2% bulan lalu, sesuai dengan perkiraan,
Harga Emas Melemah Tertekan Penguatan Dolar

Harga Emas Melemah Tertekan Penguatan Dolar

Seperti dilansir Xinhua, Kamis (30/7/2015), kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun 3,6 dolar AS, atau 0,33 persen, menjadi menetap di 1.092,60 dolar AS per ounce. Sebuah konferensi pers diharapkan setelah penutupan pasar di mana bank sentral AS akan menunjukkan pemikiran mereka tentang kenaikan suku bunga. Para analis awalnya memperkirakan suku bunga akan naik pada Juni, namun karena data ketenagakerjaan AS lebih lemah dari perkiraan, perkiraan itu didorong kembali ke September. Kenaikan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan pengembalian (return), karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada kenaikan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika. Sebuah laporan yang dirilis oleh National Association of Realtors pada Rabu memberikan dukungan kepada harga emas karena menunjukkan penjualan "pending home" (rumah yang pengurusannya belum selesai) jatuh 1,8 persen pada Juni. Penurunan ini lebih buruk dari yang diperkirakan. Analis mencatat bahwa pelemahan itu terjadi
Rupiah Bakal Hadapi Pelemahan Terburuk Sepanjang 2014

Rupiah Bakal Hadapi Pelemahan Terburuk Sepanjang 2014

Rupiah pada perdagangan hari ini mengarah pada pelemahan mingguan terpanjang sejak November tahun lalu. Pelemahan parah kembali dialami rupiah setelah sejumlah investor asing menarik modalnya dari saham domestik sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS). Jumat (19/9/2014) menunjukkan, nilai tukar rupiah merosot 1,4 persen pekan ini ke level 11.990 per dolar AS pada perdagangan pukul 10:12 waktu Jakarta. Rupiah tercatat lebih stabil dibandingkan perdagangan sebelumnya saat sempat menyentuh level 12.041 per dolar AS. Angka tersebut merupakan yang terlemah sejak perdagangan 27 Juni. Di pasar kontrak asing Non-Deliverable Forward (NDF), nilai tukar rupiah tercatat merosot 0,9 persen ke level 12.070 per dolar AS. Dengan kebijakan normalisasi suku bunga Bank Sentral AS (The Fed), kami memprediksi rupiah akan menjadi mata uang yang paling rentan terhadap pelemahan di Asia," ungkap pakar mata uang Prateek Gupta. Dia menjelaskan posisi obligasi asing yang tinggi, defisit transaksi berjalan yang besar dan lemahnya kendali Bank Indonesia juga akan
Dolar AS Melemah, Seiring Serangan Ukraina pada Rusia

Dolar AS Melemah, Seiring Serangan Ukraina pada Rusia

Yen Jepang dan Swiss franc menguat karena permintaan aset safe haven meningkat, setelah pasukan Ukraina menyerang dan menghancurkan iring-iringan mobil lapis baja milik Rusia. Mata uang emerging market seperti Rusia anjlok, setelah sebuah laporan mengatakan Ukraina telah melakukan provokasi. Dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh level terendah dua pekan, setelah sebuah laporan menunjukkan bahwa manufaktur di wilayah New York turun lebih dari perkiraan. Dolar-yen bereaksi terhadap headline Ukraina, dan menunjukkan risiko geopolitik belum benar-benar tenang sampai sekarang," kata ekonom senior di Nomura Securities International Inc, Charles St-Arnaudi . Perbuatan salah satu dari mereka akan menciptakan volatilitas, tergantung bagaimana isu itu akan berkembang. Kita masih harus menunggu Rusia, untuk melihat apa yang terjadi," tambah dia. Yen Jepang menguat 0,1 persen menjadi 102,36 per USD. Namun, mata uang Jepang ini turun 0,2 persen menjadi 137,16 terhadap euro. Sementara Euro naik 0,3 persen ke USD1,3401 per euro setelah sempat merosot ke USD1,3333 per euro pada 6 Agustus, terendah