Tag : turun

Indikator RSI dalam Forex

Indikator RSI dalam Forex

Binomo sebagai partner trading terbaik terus melakukan peningkatan pelayanan dan platform tradingnya. Saat ini Binomo telah menawarkan indikator yang sangat efektif untuk para trader, yaitu, Indikator RSI (Relative Strength Index). Hal ini membuat para klien Binomo bisa memiliki indikator tambahan dalam membuat serta menentukan strategi baru yang lebih menguntungkan.  Indikator ini juga sebagai salah satu teknik transaksi yang sederhana dan juga sangat efektif untuk mendapatkan keuntungan. Pengertian Indikator RSI Indikator teknikal RSI bisa menjadi Osilator, secara visual akan menunjukan kekuatan dan arah perubahan nilai saham pada jangka waktu terkini. Keuntungan dari indikator ini adalah, memiliki kemungkinan untuk menentukan arah saat mencapai Zona Overbought dan Oversold, saat pergeraka harga bergerak dalam arah berlawanan Indikator ini bisa diterapkan untuk mendapatkan keuntungan serta menentukan lokasi terbaik sebelum melakukan transaksi. Cara menginstal Indikator RSI dalam grafik harga di Binomo Pencarian indikator RSI pada grafik harga sangat mudah, untuk bisa menerapkan indikator ini, trader bisa masuk pada Tab “indikator” (tombol
Dollar Melambung

Dollar Melambung

Dolar bergerak menguat terhadap mata uang utama lainnya pada penutupan sesi Jumat, bahkan setelah munculnya laporan yang menunjukkan bahwa nonfarm payrolls AS naik kurang dari yang diharapkan pada bulan lalu. EUR / USD turun sebanyak 0,49% ke 1,0874. Dolar berbalik lebih tinggi terhadap pound, dengan GBP / USD turun 0,21% di 1,5480. Dolar juga lebih tinggi terhadap yen dan franc Swiss, dengan USD / JPY naik 0,20% ke 124,99 dan USD / CHF naik 0,75% ke 0,9878. Indeks dolar AS, suatu ukuran kekuatan greenback terhadap perdagangan dari enam mata uang utama, naik 0,24% dan menetap pada level 98,09. Departemen Tenaga Kerja mengatakan bahwa AS menambahkan 215.000 pekerjaan pada bulan lalu, dimana mengecewakan terhadap ekspektasi untuk peningkatan 223.000. Pada bulan Juni, 231.000 pekerjaan diciptakan. Tingkat pengangguran AS tetap tidak berubah pada 5,3% pada bulan Juli, sesuai dengan perkiraan. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa rata-rata penghasilan per jam AS naik 0,2% bulan lalu, sesuai dengan perkiraan,
Masih Tertekan, Rupiah Melemah ke Kisaran 12.200

Masih Tertekan, Rupiah Melemah ke Kisaran 12.200

Nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya. Pada akhir pekan ini, Jumat (28/11/2014) ini mata uang garuda rawan tertekan bersama mata uang lain di Asia. Keputusan OPEC untuk tidak memangkas produksi minyak mentahnya membawa harga minyak Brent turun 6,6 persen ke level 72 dollar AS hingga dini hari tadi. Euro turun drastis setelah consumer confidence Zona Euro gagal membaik dan setelah komentar Draghi yang menekan reformasi oleh Pemerintah. Dollar AS masih lemah di sepanjang hari kemarin di Asia sehingga memberikan dorongan penguatan untuk rupiah walaupun hanya tipis. Aksi beli masih terlihat di pasar SUN menjelang pengumuman angka inflasi Senin esok. "Rupiah berpeluang tertekan hari ini bersama mata uang lain di Asia," demikian riset Samuel Sekuritas Indonesia, pagi ini. Di pasar spot, rupiah pagi ini melemah mendekati kisaran 12.200. Seperti dikutip dari data Bloomberg, mata uang Garuda hingga sekitar pukul 08.37 WIB, berada pada posisi Rp 12.195 per dollar AS, atau melemah 0,15 persen dari penutupan
Rupiah Belum Mampu Saingi Dolar AS

Rupiah Belum Mampu Saingi Dolar AS

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka bergerak volatil. Rupiah nampaknya belum bisa meraih keuntungan dari melemahnya mata uang Paman Sam. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah tipis 7,5 poin menjadi Rp12.185 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp12.165-Rp12.185 per USD. Dolar AS merosot terhadap beberapa mata uang lain, seiring data konsumen, perumahan dan manufaktur AS yang mengecewakan dan memicu kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar dunia tersebut mulai kehilangan momentum di penghujung 2014. Dolar turun 0,1 persen menjadi USD117,58 per yen setelah mencapai USD118,98 per yen, level terkuat sejak Agustus 2007. Sementara dolar AS terhadap euro berubah ke USD1,2509 per euro dari USD1,2506 per euro Belanja negara Amerika hanya naik 0,2 persen, kurang dari harapan sebesar 0,3 persen. Sedangkan belanja barang modal non-militer termasuk pesawat, secara tidak terduga turun 1,3 persen untuk bulan kedua berturut-turut. Laporan biro statistik menunjukkan Belanja modal swasta nasional meningkat 0,2 persen pada kuartal ketiga. Namun,