Tag : asing

Laju IHSG Masih Kan Terus Variatif

Laju IHSG Masih Kan Terus Variatif

Laju dari IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) di prediksi masih akan bervariasi pada setiap perdagangan saham. Pada perdagangan saham pekan lalu, bursa asia semapt menguat sejalan dengan penguatan terhadap harga minyak dunia, dan di topang juga oleh laporan data keuangan emiten Amerika Serikat (AS). Yang menjadi pendorong adalah beberapa perusahaan di AS yang Berhasil mencatatkan laba yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya. Hal ini yang memicu terjadinya penguatan di bursa AS. IHSG sendiri menguat sebanyak 16,70 poin atau 0,34 persendilevel 4.881,93 pada penutupan kemarin. Investor asing mencatatkan beli bersih sebanyak Rp 152,7 miliar Kebijakan pemerintah pun ikut mendorong penguatan IHSG terutama terhadap kebijakan kepemilikan asing terhadap propereti. Kebijakan yang pemerintah yang menyinggung soal Tax Amnesty membuat beberapa emiten property mengalami penguatan, banyak yang memprediksi laju IHSG bergerak pada support 4.884 dan resistance pada level 4.910.
Banyak Investor yang Mengejar Saham Di Pasar Modal Indonesia

Banyak Investor yang Mengejar Saham Di Pasar Modal Indonesia

Selama 2016 ini IHSG (Indeks Harga saham Gabungan) sudah bisa memberikan hasil positif. selain itu banyak faktor yang mempengaruhi seperti didukungnya oleh aliran dana investor asing yang masuk kedalam pasar modal indonesia. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 5,47 persen ke level 4.844,04 secara year to date (Ytd). Penguatan IHSG ini juga didukung sejumlah sektor saham.  Pada perdagangan pekan kemarin sektor saham barang konsumsi mencatatkan kenaikan tertinggi mencapai 17,79 persen. Kemudian disusul sektor saham manufaktur sebesar 13,96 persen dan sektor saham aneka industri sebesar 10,24 persen. Selain itu aliran dana asing pun mencapai 3,48 Triliun sepanjang tahun 2016 dan juga di dorong oleh aksi beli investor asing yang mencapai Rp 980,7 Miliar. Faktor yang mendukung semakin banyaknya investor asing masuk indonesia salah satunya ialah karena Faktor makro ekonomi, ditambah juga dengan selisih suku bunga acuan dan inflasi lebar. Tercatat suku bunga acuan di kisaran 7
Kapan Fenomena Super Dolar AS Berakhir?

Kapan Fenomena Super Dolar AS Berakhir?

ejak pernyataan Gubernur The Federal Reservemengumumkan akan menaikkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) muncul fenomena super dolar Amerika Serikat (AS) akibat spekulasi kebijakan tersebut. Fenomena ini merupakan tren penguatan dolar AS terhadap hampir seluruh mata uang di dunia, termasuk rupiah. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara mencatat depresiasi nilai tukar Euro terhadap dolar AS sejak Januari-Juli 2015 mencapai lebih dari 10 persen, Dolar Selandia Baru sampai 15 persen dan Krona Swedia 11-12 persen. Sementara kurs rupiah sejak Januari-Juli (year to date) tertekan 8,5 persen dan 1 persen secara month to date. Angka ini lebih baik dibanding mata uang Singapura, Malaysia dan negara ASEAN lain yang terdepresiasi lebih dari 1 persen. "Jadi ini bukan fenomena rupiah, tapi fenomena dolar AS," ucap dia saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (4/8/2015). Mirza mengakui pelemahan kurs Rupee India atau Peso Filipina relatif kecil karena India sudah berhasil menurunkan defisit transaksi berjalan secara signifikan dari 4,5 persen dari Produk
Waspada, Pedagang Valas Rentan Kena Tindak Pencucian Uang

Waspada, Pedagang Valas Rentan Kena Tindak Pencucian Uang

Pedagang valuta asing (valas) di Bali sangat rentan menjadi incaran tindak pencucian uang. Sehingga, jika ada transaksi mata uang asing sedikitnya 100 juta, wajib dilaporkan kepada pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan (PPATK). Sekretaris Asosiasi Pedagang Valuta Asing Bali, Ngurah Ambara Putra mengatakan, tindak pidana pencucian uang di daerah ini  kian meresahkan dan mengancam eksistensi pariwisata. "Selain itu juga menimbulkan persoalan sosial kemasyarakatan yang perlu mendapat perhatian dan penanganan dari semua pihak," kata Ambara di Denpasar. Bank Indonesia (BI) menyatakan akan mengawasi transaksi di pedagang valuta asing bukan bank. Bank Indonesia telah melarang kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank untuk melakukan tranfser dana guna menghindari tindak pidana pencucian uang. Larangan itu tertuang dalam kebijakan yang diatur dalam ketentuan Peraturan Bank Indonesia tentang kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank. Ambara menambahkan, jumlah kegiatan usaha pedagang valuta asing yang mengantongi izin Bali dan Nusa Tenggara mencapai 122 unit. Usaha itu paling banyak di Kabupaten