Tag : data

Akhir Pekan, Rupiah Harus Kembali Melemah

Akhir Pekan, Rupiah Harus Kembali Melemah

Laju mata uang indonesia terhadap Dolar AS pada perdagangan hari ini harus kembali melemah. Pada sebelumnya laju rupiah sempat di tutup positif. namun pada perdagangan menjelang akhir pekan ini, rupiah di buka anjlok, pelemahan ini karena dolar as terlihat kembali menguat terhadap yen dan juga euro. Pasca rilis data ekonomi di amerika yang positif, dolar as terpantau mengalami penguatan terhdap sejumlah mata uang unggulan lainnya. hingga siang ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar as terlihat melemah sekitar 0,06% menjadi 13.112 per dollar AS. sebelumnya, nilai tukar rupiah ditutup di level 13.103 per dollar AS. Di lihat dari data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, Rupiah sempat di buka pada level Rp 13.120/usd. Torehan angka ini merupakan angka yang negatif jika di bandingkan dengan level penutupan kemarin yaitu di level Rp13.113/USD. Hingga saat ini, laju rupiah masih di kisaran Rp13.106-Rp13.125/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah memburuk dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.103/USD. Pelemahan ini akibat,
Ekonomi Stabil, Cadangan Devisa Tiongkok Meningkat

Ekonomi Stabil, Cadangan Devisa Tiongkok Meningkat

Pada kuartal pertama, Pemerintah China telah merilis data Ekonomi selama periode April 2016. Terlhitar cadangan Devisa Tiongkok mengalami peningkatan. Hal ini menjadi indikasi, sudah semakin stabilnya perekonomian dari negri tirai bambu di tengah pertumbuhan ekonomi yang cendrung melambat. Data tersebut di rilis oleh Bank Sentral China, yang melaporkan Cadangan Devisa Meningkat US$7,09 miliar ke US$3,22 triliun sampai dengan periode April 2016. Selain itu, kenaikan cadangan devisa China di topang oleh kenaikan Ekspor pada periode yang sama yang tumbuh 4,1%. Namun dalam dominasi Dolar AS. Kinerja terlihat melemah 1,8%. Impor China tumbuh 10,9%. Sehingga dengan begitu, china membukukan neraca perdagangan sebesar US$45,6 miliar. Meningkatnya devisa Tiongkok, di picu juga oleh kinerja ekspor china yang positif sampai dengan periode 2016 yang di dukung oleh Depresiasi yuan. Walapun Bank Sentral China sempat melakukan pemangkasan suku bunga utama ke level terendah, namun data perdagangan yang di rilis masih menandakan bahwa pertumbuhan berkelanjutan masih sulit tercapai.
Pagi ini Yen meredup

Pagi ini Yen meredup

Yen pada perdagangan awal di Asia menunjukan pelemahan terhadap dolar AS, Senin (10/8) pagi. Dengan ditopang dari kenaikan suku bunga yang diprediksi di bulan September. USDJPY menguat 0.02% di level 124.31. Meskipun dari Jepang juga akan dilaporkan data current account bulan Juni dengan proyeksi penurunan di level 1.41T dari bulan sebelumnya di level 1.64T. Pad apekan lalu, Departemen tenaga kerja AS melaporkan bahwa NFP AS menambahkan 215,000 pekerjaan di bulan lalu, di bawah ekspektasi untuk peningkatan dari 223,000. Laporan menunjukkan bahwa pekerjaan 231,000 diciptakan pada bulan Juni, sosok yang direvisi dari 223,000. Sementara tingkat pengangguran AS tetap tidak berubah pada 5,3% pada bulan Juli, sesuai dengan harapan.
Perlu Ada Sentimen Positif yang Mampu Angkat Rupiah

Perlu Ada Sentimen Positif yang Mampu Angkat Rupiah

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini dibuka melemah. Namun, Rupiah belum beranjak dari level Rp13.400 per USD. Melansir data Bloomberg, Jumat (31/7/2015), kurs Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF), Rupiah tercatat melemah 23,7 poin atau 0,18 persen ke Rp13.482 dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp13.458 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah berada di kisaran Rp13.465-Rp13.497 per USD. Sementara itu, Yahoofinance mencatat Rupiah mengalami pelemahan 35,5 poin atau 0,26 persen ke Rp13.481 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp13.461 per USD.