Tag : kenaikan

Laju Rupiah Masih Ditekan Kenaikan Suku Bunga As

Laju Rupiah Masih Ditekan Kenaikan Suku Bunga As

Nilai Tukar Rupiah saat ini masih belum mengalami perubahan. Nilai tukar rupiah anjlok hampir 5 hari berturut turut. Setelah imbas dari Yen jepang yang naik. Kali ini laju rupiah kembali mendapatkan tekanan dari Kenaikan suku bunga As. Kenaikan suku bunga ini membuat rupiah kembali tertekan oleh dolar As. Rupiah masih enggan bergerak dan masih berada di Rp.13.500 per dolar AS Masih minimnya sentimen positif membuat rupiah masih sulit untuk bergerak. Selain itu adanya kenaikan suku bunga As membuat terjadinya keluarnya dana asing di indonesia untuk pindah ke amerika. Sehingga dengan begitu laju Dolar As sudah tidak bisa terbendung dan mengungguli mata uang lainnya termasuk rupiah. Saat ini BI terus melakukan kebijakan moneter yang bisa membantu rupiah agar bisa bergerak masuk kedalam zona aman. Rupiah saat ini masih melemah 9,5 poin atau 0,07 persen ke Rp13.574 per USD. Rupiah cendrung tidak mengalami pergerakan namun cendrung akan melemah ke tahap lebih lanjut.
Ekonomi Stabil, Cadangan Devisa Tiongkok Meningkat

Ekonomi Stabil, Cadangan Devisa Tiongkok Meningkat

Pada kuartal pertama, Pemerintah China telah merilis data Ekonomi selama periode April 2016. Terlhitar cadangan Devisa Tiongkok mengalami peningkatan. Hal ini menjadi indikasi, sudah semakin stabilnya perekonomian dari negri tirai bambu di tengah pertumbuhan ekonomi yang cendrung melambat. Data tersebut di rilis oleh Bank Sentral China, yang melaporkan Cadangan Devisa Meningkat US$7,09 miliar ke US$3,22 triliun sampai dengan periode April 2016. Selain itu, kenaikan cadangan devisa China di topang oleh kenaikan Ekspor pada periode yang sama yang tumbuh 4,1%. Namun dalam dominasi Dolar AS. Kinerja terlihat melemah 1,8%. Impor China tumbuh 10,9%. Sehingga dengan begitu, china membukukan neraca perdagangan sebesar US$45,6 miliar. Meningkatnya devisa Tiongkok, di picu juga oleh kinerja ekspor china yang positif sampai dengan periode 2016 yang di dukung oleh Depresiasi yuan. Walapun Bank Sentral China sempat melakukan pemangkasan suku bunga utama ke level terendah, namun data perdagangan yang di rilis masih menandakan bahwa pertumbuhan berkelanjutan masih sulit tercapai.
Harga Emas Melemah Tertekan Penguatan Dolar

Harga Emas Melemah Tertekan Penguatan Dolar

Seperti dilansir Xinhua, Kamis (30/7/2015), kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun 3,6 dolar AS, atau 0,33 persen, menjadi menetap di 1.092,60 dolar AS per ounce. Sebuah konferensi pers diharapkan setelah penutupan pasar di mana bank sentral AS akan menunjukkan pemikiran mereka tentang kenaikan suku bunga. Para analis awalnya memperkirakan suku bunga akan naik pada Juni, namun karena data ketenagakerjaan AS lebih lemah dari perkiraan, perkiraan itu didorong kembali ke September. Kenaikan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan pengembalian (return), karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada kenaikan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika. Sebuah laporan yang dirilis oleh National Association of Realtors pada Rabu memberikan dukungan kepada harga emas karena menunjukkan penjualan "pending home" (rumah yang pengurusannya belum selesai) jatuh 1,8 persen pada Juni. Penurunan ini lebih buruk dari yang diperkirakan. Analis mencatat bahwa pelemahan itu terjadi
Rupiah Menguat ke Kisaran Rp12.065-Rp12.119

Rupiah Menguat ke Kisaran Rp12.065-Rp12.119

Pagi ini nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pagi ini. Rupiah berada pada level Rp12.073 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat sebesar 0,55 persen atau 66 poin dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di Rp12.139 per USD. Rupiah dibuka pada level Rp12.119 per USD. Adapun Rupiah bergerak di kisaran Rp12.065-Rp12.119 per USD. Menurut Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti , rencana kenaikan harga BBM bersubsidi diperkirakan turut mendorong kenaikan inflasi yang akan dirilis pada awal pekan depan. Namun pelemahan rupiah cenderung tertahan jika indeks kembali reli seperti yang terjadi pada bursa saham global dan regional saat ini. Hari ini, dolar AS berpotensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi menguat,” katanya dalam riset, Jumat (30/10/2014). Rupiah dibuka pada level Rp12.125 per USD setelah sebelumnya ditutup di Rp12.125. Rupiah menguat sebesar 0,39 persen atau 47 poin dan berada dalam kisaran Rp12.068-Rp12.170 per USD.