Tag : euro

Euro terangkat kembali

Euro terangkat kembali

Euro sedikit menguat terhadap dolar AS pada Senin (10/8). Dipicu dari perundingan optimis Yunani dan juga ECB. Senin (10/8). EURUSD menguat 0.20% di level 1.0966. Dari akhir pekan, Tsakalotos dan Stathakis memimpin jalannya diskusi dengan Komisi Eropa, IMF, ECB mengenai dana bailout Eurozone, mereka bersepakat untuk mencapai kesepakatan dengan 20 Agustus untuk menjamin dana untuk pembayaran ECB. Mengutip seorang pejabat Yunani bahwa perjanjian harus ditutup selambat-lambatnya 18 Agustus. Selain itu, kawasan PDB Q2 akan dirilis pada hari Jumat mendatang, hal tersebut dinantikan para investor di minggu ini. Sebelum itu, ada data produksi industri Euro bulan Juni pada Rabu mendatang yang juga akan dimonitor.
Masih Tertekan, Rupiah Melemah ke Kisaran 12.200

Masih Tertekan, Rupiah Melemah ke Kisaran 12.200

Nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya. Pada akhir pekan ini, Jumat (28/11/2014) ini mata uang garuda rawan tertekan bersama mata uang lain di Asia. Keputusan OPEC untuk tidak memangkas produksi minyak mentahnya membawa harga minyak Brent turun 6,6 persen ke level 72 dollar AS hingga dini hari tadi. Euro turun drastis setelah consumer confidence Zona Euro gagal membaik dan setelah komentar Draghi yang menekan reformasi oleh Pemerintah. Dollar AS masih lemah di sepanjang hari kemarin di Asia sehingga memberikan dorongan penguatan untuk rupiah walaupun hanya tipis. Aksi beli masih terlihat di pasar SUN menjelang pengumuman angka inflasi Senin esok. "Rupiah berpeluang tertekan hari ini bersama mata uang lain di Asia," demikian riset Samuel Sekuritas Indonesia, pagi ini. Di pasar spot, rupiah pagi ini melemah mendekati kisaran 12.200. Seperti dikutip dari data Bloomberg, mata uang Garuda hingga sekitar pukul 08.37 WIB, berada pada posisi Rp 12.195 per dollar AS, atau melemah 0,15 persen dari penutupan
Rupiah Belum Mampu Saingi Dolar AS

Rupiah Belum Mampu Saingi Dolar AS

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka bergerak volatil. Rupiah nampaknya belum bisa meraih keuntungan dari melemahnya mata uang Paman Sam. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah tipis 7,5 poin menjadi Rp12.185 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp12.165-Rp12.185 per USD. Dolar AS merosot terhadap beberapa mata uang lain, seiring data konsumen, perumahan dan manufaktur AS yang mengecewakan dan memicu kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar dunia tersebut mulai kehilangan momentum di penghujung 2014. Dolar turun 0,1 persen menjadi USD117,58 per yen setelah mencapai USD118,98 per yen, level terkuat sejak Agustus 2007. Sementara dolar AS terhadap euro berubah ke USD1,2509 per euro dari USD1,2506 per euro Belanja negara Amerika hanya naik 0,2 persen, kurang dari harapan sebesar 0,3 persen. Sedangkan belanja barang modal non-militer termasuk pesawat, secara tidak terduga turun 1,3 persen untuk bulan kedua berturut-turut. Laporan biro statistik menunjukkan Belanja modal swasta nasional meningkat 0,2 persen pada kuartal ketiga. Namun,
Berharap Perppu Pilkada Angkat Rupiah

Berharap Perppu Pilkada Angkat Rupiah

Nilai tukar rupiah akan kembali diuji kekuatannya pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (3/10/2014). Pelemahan dollar AS atas euro ditambah faktor domestik Indonesia diperkirakan menahan pelemahan rupiah. Walaupun mayoritas data ekonomi Zona Euro memburuk sebulan terakhir, namun Bank Sentral Eropa (ECB) bergeming untuk mengeluarkan stimulus tambahan. Pasar bereaksi dengan mendorong penguatan euro dan di sisi lain dollar index turun drastis ke 85.62. Data factory orders AS yang jatuh dalam juga membantu mendorong pelemahan dollar index hingga dini hari tadi. Malam ini ditunggu data pengangguran AS serta pertambahan nonfarm payrolls yang keduanya diperkirakan membaik.  Rupiah sendiri melemah lagi hingga kemarin sore walaupun mayoritas mata uang Asia menguat. Menurut Riset Samuel Sekuritas Indonesia, faktor politik domestik yang terus memanas menjadi satu-satunya alasan tersisa untuk rupiah tetap melemah. "Hari ini pelemahan rupiah berpeluang terhenti dengan turunnya dollar index serta langkah Presiden menerbitkan Perppu Pilkada.