Tag : penurunan

Indikator Entry On a Pullback dalam Perdagangan

Indikator Entry On a Pullback dalam Perdagangan

Saat anda sedang membuka platform dagang dan sadar bahwa tren sedang menanjak, jangn terburu buru untuk langsung memulai transaksi. Trader bisa memanfaatkan beberapa metode teknis penilaian harga, trader bisa untuk menjalin transakski dengan harga terbaik sambil mengurangi resiko kerugian hingga 50%. Apa itu koreksi Harga Koreksi harga merupakan penurunan harga yang ke arah berlawanan karena cenderung tidak mengikuti pergerakan tren harga. Serta juga kemunduran koreksi yang terjadi pada grafik harga  dan di bursa akibat terpengaruh dari pelaku pasar. Penurunan harga seperti gambar di atas merupakan penurunan dari tren utama. Hal tersebut menunjukan bahwa titik penurunan sudah maksimal. Sehingga trader harus melakukan transaksi pada tingkat harga yang mungkin kembali pada waktu dekat atau bisa mempertahankan posisi. Indikator untuk mengidentifikasi koreksi harga Indikator yang paling efektif untuk menentukan koreksi harga adalah Bollinger Bands. Indikator teknis ini merupakan yang menentukan nilai rata rata harga dalam kurun waktu tertentu dan juga deviasi maksimal untuk harga rata rata. Bollinger Bands
Kuartal II, Bank Makin Sulit Beri Pinjaman

Kuartal II, Bank Makin Sulit Beri Pinjaman

Lewat survei perbankan yang dilakukan Bank Indonesia (BI), tercatat pertumbuhan kredit baru pada kuartal II-2014 mengalami peningkatan. Hal ini terbukti dari nilai saldo bersih terimbang (SBT) yang mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan kredit baru pada kuartal II-2014 juga tercermin dari penurunan persentase responden yang memiliki realisasi kredit baru di bawah target, yaitu dari 74,4 persen menjadi 67,4 persen. Sejalan dengan peningkatan permintaan kredit baru tersebut, responden perbankan ditengarai semakin mengetatkan kebijakan penyaluran kreditnya," demikian ungkap survei perbankan BI. Ini tercermin dari kenaikan persentase jumlah aplikasi pengajuan kredit baru yang ditolak sebesar 12,9 persen, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya 12,1 persen. Selain itu, permintaan kredit dari sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga meningkat pada kuartal II-2014, sebaliknya permintaan kredit baru dari nasabah non-UMKM mengalami penurunan.
Pilpres dan Utang Luar Negeri Bebani Bursa Saham

Pilpres dan Utang Luar Negeri Bebani Bursa Saham

Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan bergerak variatif pada perdagangan Rabu (21/5/2014). Tekanan yang masih menggelayuti indeks akan diadu dengan kesempatan akumulasi saham-saham yang sudah dinilai murah akibat penurunan sebelumnya. Pasar saham Amerika Serikat terkoreksi setelah rilis kinerja keuangan perusahaan tercatat (emiten) ritel mengecewakan. Tadi malam, indeks Dow Jones Industrial Average tercatat melemah 0,83 persen dan S&P500 membukukan penurunan 0,65 persen.    Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh pelambatan ekonomi Tiongkok. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,30 persen dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan 0,21 persen. Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas justru terapresiasi.    Dari dalam negeri, kekhawatiran terhadap utang luar negeri swasta yang tinggi, dan pertarungan pemilihan presiden yang diprediksi akan berlangsung ketat memberikan kekhawatiran tersendiri bagi investor. Hal itu membuat IHSG dan nilai tukar rupiah terkoreksi dalam dua perdagangan terakhir.    Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, pada perdagangan hari ini IHSG berpotensi
Roda Bisnis Umrah dan Maskapai Terimbas MERS

Roda Bisnis Umrah dan Maskapai Terimbas MERS

Mewabahnya virus middle east respiratory syndrome (MERS) di Arab Saudi rupanya turut mempengaruhi animo masyarakat untuk beribadah umrah. Malah, beberapa diantaranya ada yang memilih menunda keberangkatan dan ada pula yang sampai membatalkan paket umrah yang sudah dipesan jauh-jauh hari. "Sekitar 20 persen pembatalan dan 20 persen menunda," kata Artha Hanif, Direktur Utama Biro Umrah dan Haji Thayiba Tora. Menurutnya pemberitaan mengenai MERS cukup mempengaruhi calon jamaah yang sudah memesan paket umrah. Lantaran kebanyakan pelanggannya merupakan kalangan menengah ke atas maka opsi yang dipilih adalah menunda keberangkatan. Kata dia, dalam situasi semacam ini yang biasanya tetap bersikukuh tetap beribadah umrah justu dari jamaah kalangan menengah ke bawah. Sayangnya meski mengaku kehilangan jamaah cukup banyak, Artha masih belum dapat mengungkapkan kerugian yang harus dideritanya. Menurutnya saat ini perusahaan masih dalam tahapan penghitungan kerugian. Hal berbeda justru diungkapkan Lulu,  Manager Divisi Umrah Pan Travel. Menurutnya penurunan jumlah keberangkatan umrah pada Mei ini memang biasa terjadi karena persoalan