Tag : the

Rupiah Berhasil Unggul Terhadap Dolar

Rupiah Berhasil Unggul Terhadap Dolar

Sebelumnya ,laju nilai tukar rupiah terhadap dolar sempat melemah. Namun pada hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar sudah membaik. Rupiah berhasil unggul terhadap dolar AS. Namun laju rupiah masih mendapatkan sentimen negatif pasalnya, akan ada rencana pemangkasan anggaran dan juga realisasi Tax Amnesty. Sejak pembukaan pagi tadi, rupiah dibuka pada 13.110 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.127 per dolar AS. Hingga siang ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar masih berada di kisaran 13.079 per dolar AS hingga 13.124 per dolar AS. Dengan capaian ini, Rupiah berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 4.99%. penguatan rupiah ini memanfaatkan momentum melemah nya dolar as, hari ini dolar as mengalami pelemahan karena the fed berencanan untuk tidak menaikan suku bunga acuan,sehingga berimbas terhadap laju dolar as yang melemah terhadp sejumlah mata uang unggulan. Ada isu the fed tidak akan menaikan suku bunga acuan karena pertumbuhan ekonomi global masih
Rupiah Terpuruk Gara-gara Pasar Senang Spekulasi

Rupiah Terpuruk Gara-gara Pasar Senang Spekulasi

Ketidakpastian penyesuaian suku bunga acuan The Federal Reserve menimbulkan spekulasi di kalangan investor atau pelaku pasar. Kebijakan ini menjadi penyebab utama pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil mengungkapkan, salah satu risiko bagi negara yang menerapkan devisa bebas seperti Indonesia adalah maraknya spekulasi atas sebuah kebijakan di luar negeri, terutama yang datang dari negara AS.  "Salah satu risiko iklim devisa terbuka seperti negara lain, ada kondisi orang berspekulasi kapan The Fed menaikkan suku bunga. Pelaku pasar senang sekali dengan ketidakpastian seperti ini," ujar dia saat berbincang dengan wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (31/7/2015).  Dijelaskannya, fluktuasi rupiah yang sempat tinggi pernah terjadi saat The Federal Reserve memutuskan penghentian stimulus moneter atau Quantitative Easing (QE) pada 2013. Beruntung, kata Sofyan, Indonesia saat ini mempunyai fundamental ekonomi cukup kuat meski ada perlambatan pertumbuhan ekonomi serta catatan defisit transaksi berjalan yang ikut berkontribusi terhadap depresiasi kurs rupiah.  "Sebenarnya kondisi kita oke. Mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi kita
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp11.650/USD

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp11.650/USD

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berhasil menguat, di tengah tekanan dari perbaikan data-data di Amerika. Pagi ini, Rupiah masih berada di level Rp11.650 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) berhasil menguat 42 poin atau 0,36 persen ke Rp11.650 per USD. Rupiah dibuka bergerak di kisaran Rp11.642-Rp11.702 per USD. Di Amerika, penjualan rumah kembali naik ke level tertinggi 10-bulan pada Juli ini, aktivitas pabrik di wilayah pertengahan Atlantik mencapai tingkat tertinggi sejak Maret 201. Akibatnya, dolar AS menuju kenaikan mingguan terbesar terhadap sebagian besar mata uang utama. Meski demikian, investor masih menanti pernyataan Gubernur the Federal Reserve Janet Yellen Chair pertemuan bankir bank sentral di Jackson Hole, Wyoming. Para pedagang melihat ada kesempatan 51 persen the Fed akan menaikkan suku bunga acuan setidaknya 0,5 persen pada Juli. Pasalnya, Bank sentral telah mempertahankan suku bunga acuan pada hampir nol sejak Desember 2008. Yellen dijadwalkan untuk menyampaikan pidato tentang Pasar Tenaga Kerja di
Ketidakpastian Pilpres Terus Menekan Rupiah

Ketidakpastian Pilpres Terus Menekan Rupiah

Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berpotensi melanjutkan penurunannya. Namun, Rupiah diharapkan dapat melemah terbatas. Analis Trust Securities, Reza Priyambada, memperkirakan Rupiah bergerak di level Rp11.715-Rp11.694 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI). "Laju Rupiah di bawah level support Rp11.638 per USD," ucap Reza di Jakarta. Reza menambahkan, laju Rupiah kian dijauhi pelaku pasar dan terus menunjukkan penurunan. Hal ini dikarenakan masih adanya wait and see terhadap kondisi politik pasca Pilpres yang berujung pada adanya risiko ketidakpastian baru. "Membuat laju Rupiah kian ditinggalkan," sambungnya. Di sisi lain, seperti biasa jelang pidato testimonial The Fed, membuat laju dolar AS bergerak menguat, karena adanya ekspektasi akan perbaikan ekonomi AS. "Sehingga nantinya akan membuat The Fed akan sesegera mungkin mengurangi pembelian obligasinya," sebutnya. Pada perdagangan kemarin, Rupiah ditutup melemah 71,30 poin atau 0,61 persen menjadi Rp11.736 per USD pada perdagangan non-delivery forward (NDF). Sementara BI mencatat Rupiah berada di nilai tengah Rp11.709