Tag : perkiraan

Dollar Melambung

Dollar Melambung

Dolar bergerak menguat terhadap mata uang utama lainnya pada penutupan sesi Jumat, bahkan setelah munculnya laporan yang menunjukkan bahwa nonfarm payrolls AS naik kurang dari yang diharapkan pada bulan lalu. EUR / USD turun sebanyak 0,49% ke 1,0874. Dolar berbalik lebih tinggi terhadap pound, dengan GBP / USD turun 0,21% di 1,5480. Dolar juga lebih tinggi terhadap yen dan franc Swiss, dengan USD / JPY naik 0,20% ke 124,99 dan USD / CHF naik 0,75% ke 0,9878. Indeks dolar AS, suatu ukuran kekuatan greenback terhadap perdagangan dari enam mata uang utama, naik 0,24% dan menetap pada level 98,09. Departemen Tenaga Kerja mengatakan bahwa AS menambahkan 215.000 pekerjaan pada bulan lalu, dimana mengecewakan terhadap ekspektasi untuk peningkatan 223.000. Pada bulan Juni, 231.000 pekerjaan diciptakan. Tingkat pengangguran AS tetap tidak berubah pada 5,3% pada bulan Juli, sesuai dengan perkiraan. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa rata-rata penghasilan per jam AS naik 0,2% bulan lalu, sesuai dengan perkiraan,
Hasil Fed Mengecewakan Buat Dolar Jatuh

Hasil Fed Mengecewakan Buat Dolar Jatuh

Sudah tiga minggu dolar jatuh terhadap yen dan franc Swiss pada hari kamis. Bergeser dalam dua hari ini setelah pertemuan maret Federal Reserved yang mengecewakan investor mengenai kenaikan suku bunga pada awal tahun depan. Greenback telah jatuh terhadap yen dalam empat hari perdagangan terakhir.  Bahkan dengan Franc Swiss dolar melemah untuk sesi ke empat berturut-turut pada hari kamis. Laporan mingguan klaim pengangguran AS yang lebih baik dari perkiraan telah gagal mengangkat dolar, yang mencerminkan sentimen bearish. Departemen tenaga kerja menyatakan tunjangan pengangguran jatuh ke 300 ribu, mendekati angka terendah selama tujuh tahun dan di bawah perkiraan konsensus 320.000. Data tersebut dibayangi oleh rilis hari Rabu dimana pertemuan kebijakan bulan Maret Fed. Pejabat khawatir bahwa perkiraan tingkat Bank Sentral AS bisa ditafsirkan oleh investor sebagai siklus yang lebih agresif dari kenaikan suku bunga yang diharapkan. Peristiwa seminggu terakhir telah memanaskan harapan untuk kenaikan suku bunga lebih awal dan yang telah menggerogoti dolar," kata Analis Senior