Tag : fed

Rupiah Berhasil Unggul Terhadap Dolar

Rupiah Berhasil Unggul Terhadap Dolar

Sebelumnya ,laju nilai tukar rupiah terhadap dolar sempat melemah. Namun pada hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar sudah membaik. Rupiah berhasil unggul terhadap dolar AS. Namun laju rupiah masih mendapatkan sentimen negatif pasalnya, akan ada rencana pemangkasan anggaran dan juga realisasi Tax Amnesty. Sejak pembukaan pagi tadi, rupiah dibuka pada 13.110 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.127 per dolar AS. Hingga siang ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar masih berada di kisaran 13.079 per dolar AS hingga 13.124 per dolar AS. Dengan capaian ini, Rupiah berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 4.99%. penguatan rupiah ini memanfaatkan momentum melemah nya dolar as, hari ini dolar as mengalami pelemahan karena the fed berencanan untuk tidak menaikan suku bunga acuan,sehingga berimbas terhadap laju dolar as yang melemah terhadp sejumlah mata uang unggulan. Ada isu the fed tidak akan menaikan suku bunga acuan karena pertumbuhan ekonomi global masih
Harga Emas Melemah Tertekan Penguatan Dolar

Harga Emas Melemah Tertekan Penguatan Dolar

Seperti dilansir Xinhua, Kamis (30/7/2015), kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun 3,6 dolar AS, atau 0,33 persen, menjadi menetap di 1.092,60 dolar AS per ounce. Sebuah konferensi pers diharapkan setelah penutupan pasar di mana bank sentral AS akan menunjukkan pemikiran mereka tentang kenaikan suku bunga. Para analis awalnya memperkirakan suku bunga akan naik pada Juni, namun karena data ketenagakerjaan AS lebih lemah dari perkiraan, perkiraan itu didorong kembali ke September. Kenaikan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan pengembalian (return), karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada kenaikan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika. Sebuah laporan yang dirilis oleh National Association of Realtors pada Rabu memberikan dukungan kepada harga emas karena menunjukkan penjualan "pending home" (rumah yang pengurusannya belum selesai) jatuh 1,8 persen pada Juni. Penurunan ini lebih buruk dari yang diperkirakan. Analis mencatat bahwa pelemahan itu terjadi
Ketidakpastian Pilpres Terus Menekan Rupiah

Ketidakpastian Pilpres Terus Menekan Rupiah

Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berpotensi melanjutkan penurunannya. Namun, Rupiah diharapkan dapat melemah terbatas. Analis Trust Securities, Reza Priyambada, memperkirakan Rupiah bergerak di level Rp11.715-Rp11.694 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI). "Laju Rupiah di bawah level support Rp11.638 per USD," ucap Reza di Jakarta. Reza menambahkan, laju Rupiah kian dijauhi pelaku pasar dan terus menunjukkan penurunan. Hal ini dikarenakan masih adanya wait and see terhadap kondisi politik pasca Pilpres yang berujung pada adanya risiko ketidakpastian baru. "Membuat laju Rupiah kian ditinggalkan," sambungnya. Di sisi lain, seperti biasa jelang pidato testimonial The Fed, membuat laju dolar AS bergerak menguat, karena adanya ekspektasi akan perbaikan ekonomi AS. "Sehingga nantinya akan membuat The Fed akan sesegera mungkin mengurangi pembelian obligasinya," sebutnya. Pada perdagangan kemarin, Rupiah ditutup melemah 71,30 poin atau 0,61 persen menjadi Rp11.736 per USD pada perdagangan non-delivery forward (NDF). Sementara BI mencatat Rupiah berada di nilai tengah Rp11.709
Melemah, Rupiah Dibuka Sentuh Rp11.700/USD

Melemah, Rupiah Dibuka Sentuh Rp11.700/USD

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan. Setelah sempat berada pada level Rp11.500 per USD beberapa hari yang lalu, pada pembukaan pagi ini Rupiah melemah hingga ke level Rp11.700 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF), melemah 46,30 poin atau 0,40 persen menjadi Rp11.711 per USD. Pagi ini Rupiah bergerak di kisaran Rp11.667-Rp11.720 per USD. Rupiah nampaknya tertekan apresiasi dolar AS. Dolar AS rebound dari tujuh minggu pelemahan terhadap yen Jepang, sementara Treasury yields tenor dua tahun, naik untuk pertama kalinya dalam seminggu di tengah spekulasi Yellen akan memberikan tambahan waktu untuk kenaikan suku bunga pertama sejak 2006. Di AS, pengangguran dan tingkat inflasi bergerak menuju target Fed. Tingkat pengangguran turun menjadi 6,1 persen pada Juni, terendah sejak 2008. Inflasi naik 1,8 persen pada Mei dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan 1,6 persen pada April dan 1,1 persen pada Maret. Data penjualan ritel dan indeks manufaktur Empire State New York