Tag : oleh

Deposito Syariah dan Reksadana Syariah, Mana Yang Lebih Menguntungkan

Deposito Syariah dan Reksadana Syariah, Mana Yang Lebih Menguntungkan

Dunia investasi dalam negeri saat ini sedang dalam performa cukup baik. berbagai instrumen investasi sedang dalam tren positif. Hal ini bisa terlihat dari semakin banyaknya minat masyarakat yang ingin terjun dalam dunia investasi. ada berbagai macam jenis investasi seperti, investasi reksadana, investasi deposito, investasi saham, investasi emas, dll. Investasi tersebut menawarkan keuntungan yang bervariasi tergantung mana investasi yang dipilih. Saat ini yang sedang tren adalah instrumen investasi berbasis syariah, setelah investasi saham syariah. Kini ada investasi reksadana syariah dan deposito syariah. Kedua instrumen investasi tersebut menjadi pilihan bagi pemula yang ingin meraup keuntungan dari investasi. sama seperti umumnya, setiap investasi memiliki kekurangan dan kelebihan begitu juga dengan investasi tersebut. Lalu, mana yang lebih menguntungkan antara Deposito syariah dan reksadana Syariah? Deposito Syariah Depostio merupakan produk investasi yang sudah banyak dikenal dikalangan masyarakat. Kini sudah tersedia instrumen investasi deposito syariah. Produk investasi ini sama persis dengan investasi deposito biasa. Invetasi ini ditawarkan langsung oleh
Pembangunan Ekonomi Akan Di Topang Oleh Keuangan Syariah

Pembangunan Ekonomi Akan Di Topang Oleh Keuangan Syariah

Industri keuangan syariah masih akan dikembangkan untuk bisa menopang perekonomian secara global. Terutama untuk pembangunan. Industri keuangan syariah memiliki peranan penting untuk mengembangkan ekonomi nasional. Oleh sebab itu BI (Bank Indonesia) akan terus mendorong industri keuangan syariah untuk bisa mengembangkan sektor perekonomian. Saat ini pembiayaan keuangan syariah masih sangt minim. Oleh sebab itu pemerintah dan otoritas jasa keuangan terus beupaya untuk meningkatkan pembiyaan ekonomi untuk bank berbasis syariah. Seiring meningkatnya perekonomian global di harapkan mampu meningkatkan juga sektor perbankan syariah. Di Indonesia industri keuangan syariah masih terus di kembangkan dengan banyak nya mengadakan sosialisasi. Keungan syariah memberikan peranan penting untuk memajukan perekonomian indonesia. oleh sebab itu pemerintah masih gencar mempromosikan keuangan syariah di lapisan masyarakat.    
Ekonomi Stabil, Cadangan Devisa Tiongkok Meningkat

Ekonomi Stabil, Cadangan Devisa Tiongkok Meningkat

Pada kuartal pertama, Pemerintah China telah merilis data Ekonomi selama periode April 2016. Terlhitar cadangan Devisa Tiongkok mengalami peningkatan. Hal ini menjadi indikasi, sudah semakin stabilnya perekonomian dari negri tirai bambu di tengah pertumbuhan ekonomi yang cendrung melambat. Data tersebut di rilis oleh Bank Sentral China, yang melaporkan Cadangan Devisa Meningkat US$7,09 miliar ke US$3,22 triliun sampai dengan periode April 2016. Selain itu, kenaikan cadangan devisa China di topang oleh kenaikan Ekspor pada periode yang sama yang tumbuh 4,1%. Namun dalam dominasi Dolar AS. Kinerja terlihat melemah 1,8%. Impor China tumbuh 10,9%. Sehingga dengan begitu, china membukukan neraca perdagangan sebesar US$45,6 miliar. Meningkatnya devisa Tiongkok, di picu juga oleh kinerja ekspor china yang positif sampai dengan periode 2016 yang di dukung oleh Depresiasi yuan. Walapun Bank Sentral China sempat melakukan pemangkasan suku bunga utama ke level terendah, namun data perdagangan yang di rilis masih menandakan bahwa pertumbuhan berkelanjutan masih sulit tercapai.
Banyak Investor yang Mengejar Saham Di Pasar Modal Indonesia

Banyak Investor yang Mengejar Saham Di Pasar Modal Indonesia

Selama 2016 ini IHSG (Indeks Harga saham Gabungan) sudah bisa memberikan hasil positif. selain itu banyak faktor yang mempengaruhi seperti didukungnya oleh aliran dana investor asing yang masuk kedalam pasar modal indonesia. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 5,47 persen ke level 4.844,04 secara year to date (Ytd). Penguatan IHSG ini juga didukung sejumlah sektor saham.  Pada perdagangan pekan kemarin sektor saham barang konsumsi mencatatkan kenaikan tertinggi mencapai 17,79 persen. Kemudian disusul sektor saham manufaktur sebesar 13,96 persen dan sektor saham aneka industri sebesar 10,24 persen. Selain itu aliran dana asing pun mencapai 3,48 Triliun sepanjang tahun 2016 dan juga di dorong oleh aksi beli investor asing yang mencapai Rp 980,7 Miliar. Faktor yang mendukung semakin banyaknya investor asing masuk indonesia salah satunya ialah karena Faktor makro ekonomi, ditambah juga dengan selisih suku bunga acuan dan inflasi lebar. Tercatat suku bunga acuan di kisaran 7