Tag : uang

Stimulus di Eropa Tak Bantu Rupiah Menguat

Stimulus di Eropa Tak Bantu Rupiah Menguat

Kondisi perekonomian Eropa yang belum membaik membuat Bank Sentral Eropa (ECB) melanjutkan stimulusnya. Selain itu, ECB juga kembali memangkas suku bunga acuannya. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adytiaswara menjelaskan, langkah tersebut tidak akan terlalu berdampak pada mata uang Indonesia. Pasalnya, nilai valuta antara Eropa dengan Indonesia sangat berbeda. Kalau kita kategori negara berkembang, negara emerging market, dan currency kita bukan internasional. Biar bagaimana, emerging market itu ketergantungannya terhadap valas besar," ujar Mirza di Gedung BI, Jakarta. Oleh karena itu, dia menilai Indonesia perlu mempertahankan stabilitas dengan kebijakan moneter yang pruden. Kita tidak bisa seperti Eropa, Jepang, dan Amerika yang kalau pertumbuhan ekonominya lambat langsung bisa menurunkan bunganya," ujar Mirza. Menurutnya, negara-negara emerging market tidak punya kemewahan seperti negara besar, karena mata uangnya itu bukan mata uang internasional. "Sehingga harus bisa menjaga keseimbangan menjaga confidence dari luar negeri investor asing, dan juga menjaga keseimbangan dalam negeri," ujarnya.
Kapolri akan Pidana Perusahaan yang Transaksi Tak Gunakan Rupiah

Kapolri akan Pidana Perusahaan yang Transaksi Tak Gunakan Rupiah

Masih kurangnya masyarakat Indonesia menggunakan Rupiah dalam transaksi membuat nilai tukar Rupiah terhadap dolar terus melemah. Kapolri Jenderal Sutarman menyayangkan transaksi mata uang asing yang dilakukan di Indonesia karena semuanya telah diatur dan tegas-tegas dilarang dalam undang-undang. Sudah ada aturannya dalam Undang-undang nomor  7 tahun 2011 tentang mata uang, di antaranya yang tidak boleh menggunakan di luar mata uang rupiah untuk seluruh transaksi di Indonesia,” ujarnya saat ditemui di gedung BI, Jakarta. Dirinya mengaku pihaknya akan mulai memberitahukan mengenai sanksi administrasi dan lain-lainnya yang ke depannya akan disosialisasikan. "Setelah sosialisasi tersebut sudah terealisasikan, maka ancaman pidana akan kita terapkan," jelasnya. Dirinya mengharapkan perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat bekerja sama dalam transaksi dengan mata uang Rupiah. "Semoga perusahaan-perusahaan apapun di Indonesia dapat menolak menerima pembayaran di luar rupiah," pungkasnya. Dirinya juga menambahkan kerjasama yang dilakukan dengan BI telah sampai ke daerah-daerah sehingga diharapkan bisa berjalan dengan lebih efektif. Kerjasama dengan daerah-daerah, nah setelah MoU seluruh cabang akan terus
Marak Uang Palsu, Penggunaan Rupiah Tak Maksimal

Marak Uang Palsu, Penggunaan Rupiah Tak Maksimal

Permasalahan yang terjadi pada setiap mata uang di dunia adalah pemalsuan, tak terkecuali terhadap mata uang Indonesia yakni Rupiah. Hal ini tentunya berdampak pada penggunaannya yang tidak dimaksimalkan oleh masyarakat Tanah Air sehingga memilih dolar sebagai alat transaksi. Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan, pemalsuan uang memang sangat meresahkan, mengingat dampaknya sangat besar terhadap ekonomi Indonesia. Namun, dirinya mengaku hingga saat ini uang palsu tersebut masih bisa dibedakan bentuknya dengan uang asli. Apabila beredar di masyarakat tentu akan menurunkan nilai tukar Rupiah. Kita terus berusaha melakukan penegakan hukum. Kalau ini secara kasat mata bisa dilihat palsu, tetapi memang ada printer-printer tertentu yang hampir sempurna, tapi tidak mungkin sempurna, jadi masih bisa dibedakan," ujarnya saat ditemui di Gedung BI, Jakarta. Dirinya berharap bila masyarakat menemui kejanggalan terhadap uang yang mereka terima diharapkan segera melapor sehingga bisa langsung ditangani oleh pihak kepolisian. Kami berharap adanya pelaporan yang cepat, sehingga bisa ditelusuri secara dini diketahui, sehingga dengan segeralah bisa
BI: Semua Transaksi Nontunai Harus Gunakan Rupiah

BI: Semua Transaksi Nontunai Harus Gunakan Rupiah

Asisten Deputi Direktur Eksekutif Departemen Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Susiati Dewi menyatakan, bank sentral mengatur ketentuan layanan transaksi elektronik. Jika melanggar, izin produk bisa saja dicabut. Susi menyebutkan, ada beberapa ketentuan mengenai transaksi elektronik, khususnya uang elektronik yang diterbitkan bank sentral. Pertama, transaksi non tunai dalam bentuk apapun harus menggunakan mata uang rupiah. Selain itu, jaminan floating fund dari penerbit layanan ada pada bank umum," kata Susi dalam seminar "Peluang dan Tantangan Implementasi Layanan Keuangan Digital di Indonesia. Di samping itu, bank sentral juga menetapkan batasan transaksi dengan menggunakan uang elektronik. Untuk kepemilikan unregistered, seperti misalnya uang elektronik yang lazim dimiliki masyarakat, maksimum nilai transaksi adalah sebesar Rp 1 juta dan registered mencapai maksimum Rp 5 juta. Lebih lanjut, Susi juga menyebut penerbit harus mempertimbangkan pengelolaan risiko operasional. Adapun penggunaan maksimum disebutkannya mencapai Rp 20 juta per bulan. "Penerbit juga harus menerapkan prinsip know your customer dan anti money laundering," jelas Susi. Adapun sanksi