Tag : uang

Tiap Tahun Peruri Cetak 7 Miliar Lembar Uang Kertas

Tiap Tahun Peruri Cetak 7 Miliar Lembar Uang Kertas

Perusahaan Umum Percetakaan Uang Republik Indonesia setiap tahunnya rata-rata mencetak tujuh miliar lembar uang kertas pesanan Bank Indonesia dan sejumlah bank sentral luar negeri. Selain uang kertas, setiap tahun juga mampu mencetak sekitar 1,6 miliar keping uang logam," kata Humas Perum Peruri, Dina Eni Anna. Dia menjelaskan, sebagai petusahaan percetakaan uang negara, pihaknya tidak hanya fokus melakukan kegiatan mencetak uang rupiah, tetapi juga menerima pesanan pencetakan uang dari negara lain. Pencetakan uang dari negara lain yang dikerjakan pada 2014 ini adalah uang Argentina dan Nepal. "Bank sentral Argentina memesan pencetakan uang koin, sedangkan Nepal memesan pencetakan uang kertas," katanya. Menurut Dina, pihaknya melakukan penerimaan pencetakaan uang koin dan kertas dari negara lain, sebagai upaya pengembangan bisnis dan peningkatan pendapatan perusahaan. Selain melayani pencetakan uang, Perum Peruri juga menerima pencetakan surat berharga seperti buku paspor, sertifikat tanah, cek sejumlah bank milik negara dan swasta, pita cukai, materai, dan ijazah. Kemudian badan usaha milik negara itu juga melayani
Sentimen Positif, Rupiah Berpeluang Menguat

Sentimen Positif, Rupiah Berpeluang Menguat

Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak di atas level resisten Rp12.234 per USD. Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rupiah akan berada di kisaran Rp12215-12180 per USD. Laju Rupiah pun masih memiliki peluang kenaikan lanjutan dengan asumsi di dukung oleh sentimen yang ada,” kata Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) Reza Priyambada dalam risetnya. Sebelumnya, menurut Reza, rilis FOMC meeting yang belum menentukan kepastian waktu untuk menaikkan suku bunga Fed rate tampaknya di respons dengan pelemahan dolar. Tentu saja kondisi tersebut membuat sejumlah laju mata uang Asia Pasifik bergerak menguat. Dimotori oleh Yen yang mengalami apresiasi dan diikuti oleh Taiwan dollar, Yuan, Rupee, dan lainnya. Kondisi ini pula yang akhirnya berimbas positif pada pembalikan arah Rupiah,” jelasnya. Di sisi lain, penilaian mulai berkurangnya sentimen dari kondisi politik paling tidak dapat memberikan kesempatan bagi Rupiah untuk bernafas.
Rupiah Bakal Hadapi Pelemahan Terburuk Sepanjang 2014

Rupiah Bakal Hadapi Pelemahan Terburuk Sepanjang 2014

Rupiah pada perdagangan hari ini mengarah pada pelemahan mingguan terpanjang sejak November tahun lalu. Pelemahan parah kembali dialami rupiah setelah sejumlah investor asing menarik modalnya dari saham domestik sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS). Jumat (19/9/2014) menunjukkan, nilai tukar rupiah merosot 1,4 persen pekan ini ke level 11.990 per dolar AS pada perdagangan pukul 10:12 waktu Jakarta. Rupiah tercatat lebih stabil dibandingkan perdagangan sebelumnya saat sempat menyentuh level 12.041 per dolar AS. Angka tersebut merupakan yang terlemah sejak perdagangan 27 Juni. Di pasar kontrak asing Non-Deliverable Forward (NDF), nilai tukar rupiah tercatat merosot 0,9 persen ke level 12.070 per dolar AS. Dengan kebijakan normalisasi suku bunga Bank Sentral AS (The Fed), kami memprediksi rupiah akan menjadi mata uang yang paling rentan terhadap pelemahan di Asia," ungkap pakar mata uang Prateek Gupta. Dia menjelaskan posisi obligasi asing yang tinggi, defisit transaksi berjalan yang besar dan lemahnya kendali Bank Indonesia juga akan
Sempat Melemah, Pamor Dolar Tetap Kalahkan Rupiah

Sempat Melemah, Pamor Dolar Tetap Kalahkan Rupiah

Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan berada di bawah level support Rp11.915 per USD. Rupiah menurut kus tengah Bank Indonesia (BI) berada di kisaran Rp11915 per USD hingga Rp11.892 per USD. Meski laju dolar melemah namun, terimbangi dengan pelemahan mata uang hard currency lainnya sehingga membuat Rupiah sulit keluar dari zona merah,” ungkap Research Analyst of AAEI Reza Priyambada dalam risetnya, Jumat (19/9/2014). Meski laju dolar sempat melemah seiring dengan rilis pertemuan The Fed yang memang belum mensinyalkan adanya kenaikan suku bunga namun, tidak membuat laju Rupiah terapresiasi. Melemahnya dolar juga diimbangi oleh penurunan Yuan seiring masih adanya kekhawatiran masih melambatnya laju perekonomian China,” jelasnya. Langkah PboC yang melonggarkan kebijakan moneternya dinilai sebagai salah satu perlambatan tersebut. Lalu Yen yang juga melemah seiring langkah BoJ yang akan melanjutkan program stimulusnya