Tag : rupiah

Menguat Tipis, Rupiah Parkir di Rp12.139/USD

Menguat Tipis, Rupiah Parkir di Rp12.139/USD

Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka menguat tipis jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sehari sebelumnya.  Jumat (3/10/2014), rupiah dibuka berada di level Rp12.139 per USD.  Range harian pergerakan nilai tukar pada hari ini akan berada di kisaran Rp12.133-Rp12.195 per USD. Dibandingkan dengan data Bank Indonesia, rupiah berada di level Rp12.136 per USD. Adapun pergerakan nilai tukar rupiah masih akan dipengaruhi oleh kondisi politik dalam negeri. Faktor politik domestik yang terus memanas menjadi satu-satunya alasan yang tersisa untuk rupiah tetap melemah. Namun demikian, rupiah dapat bergerak menguat pada hari ini. Hari ini pelemahan rupiah berpeluang terhenti dengan turunnya dolar index serta langkah Presiden menerbitkan Perpu Pilkada," ungkap tim Samuel Sekuritas dalam risetnya.
Perpu Pilkada Bisa Kuatkan Pergerakan Rupiah

Perpu Pilkada Bisa Kuatkan Pergerakan Rupiah

Pergerakan nilai tukar rupiah beberapa waktu belakangan terpantau melemah. Kondisi politik dalam negeri menjadi pemicu pelemahan tersebut. Faktor politik domestik yang terus memanas menjadi satu-satunya alasan yang tersisa untuk rupiah tetap melemah. Namun demikian, rupiah dapat bergerak menguat pada hari ini. Hari ini pelemahan rupiah berpeluang terhenti dengan turunnya dolar index serta langkah Presiden menerbitkan Perpu Pilkada, ungkap tim Samuel Sekuritas . Seperti diketahui, rupiah melemah lagi hingga kemarin sore walaupun mayoritas mata uang Asia menguat. Adapun pelemahan dolar index hingga dini hari tadi akibat data factory orders AS yang jatuh cukup dalam. Walaupun mayoritas data ekonomi Zona Euro memburuk sebulan terakhir, ECB bergeming untuk mengeluarkan stimulus tambahan. Sekadar informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan transaksi Kamis (1/10/2014) sore terpantau stagnan. Data Bloomberg mencatat rupiah ditutup di level Rp12.150 per USD. Sementara data Yahoo Finance mencatat nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup di level Rp12.133 per USD. Adapun kurs
Berharap Perppu Pilkada Angkat Rupiah

Berharap Perppu Pilkada Angkat Rupiah

Nilai tukar rupiah akan kembali diuji kekuatannya pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (3/10/2014). Pelemahan dollar AS atas euro ditambah faktor domestik Indonesia diperkirakan menahan pelemahan rupiah. Walaupun mayoritas data ekonomi Zona Euro memburuk sebulan terakhir, namun Bank Sentral Eropa (ECB) bergeming untuk mengeluarkan stimulus tambahan. Pasar bereaksi dengan mendorong penguatan euro dan di sisi lain dollar index turun drastis ke 85.62. Data factory orders AS yang jatuh dalam juga membantu mendorong pelemahan dollar index hingga dini hari tadi. Malam ini ditunggu data pengangguran AS serta pertambahan nonfarm payrolls yang keduanya diperkirakan membaik.  Rupiah sendiri melemah lagi hingga kemarin sore walaupun mayoritas mata uang Asia menguat. Menurut Riset Samuel Sekuritas Indonesia, faktor politik domestik yang terus memanas menjadi satu-satunya alasan tersisa untuk rupiah tetap melemah. "Hari ini pelemahan rupiah berpeluang terhenti dengan turunnya dollar index serta langkah Presiden menerbitkan Perppu Pilkada.
Rupiah Berharap Berkah Penguatan Yen Jepang

Rupiah Berharap Berkah Penguatan Yen Jepang

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih belum dapat bergerak banyak. Rupiah sampai kemarin masih berkutat di level Rp12.000 per USD. Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada, mengatakan meski rilis data-data di pasar tenaga kerja hingga construction spending menunjukkan pelemahan, namun turunnya laju euro membuat laju dolar Amerika Serikat (AS) masih melanjutkan kenaikannya. Imbasnya tentu pada laju nilai tukar Rupiah yang sempat kembali terdepresiasi. Akan tetapi, mulai adanya aksi beli pada Yen yang berakibat pada menguatnya Yen dapat mengimbangi penguatan dolar AS dan Rupiah pun dapat tertahan pelemahannya," kata dia dalam risetnya di Jakarta. Laju Rupiah di atas level resisten Rp12.179 per USD. Diharapkan penguatan ini dapat berlanjut memanfaatkan penguatan Yen. Rupiah diperkirakan berada di Rp12.150-Rp12.128 menurut kurs tengah BI. Sekadar informasi, rendahnya pertumbuhan market manufacturing PMI di sejumlah Negara Zona Euro antara lain Spanyol, Italia, Perancis, Jerman, dan Zona Euro memberikan sentimen negatif sehingga membuat laju bursa