Tag : rupiah

Pelemahan Dolar Tak Belum Berdampak Pada Rupiah

Pelemahan Dolar Tak Belum Berdampak Pada Rupiah

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih bergerak melemah. Meski demikian, Rupiah masih saja berkutat di level Rp12.300 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 18 poin atau 0,15 persen ke Rp12.349 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp12.331 per USD.Rupiah dibuka pada level Rp12.344 per USD. Adapun pergerakan berkisar pada Rp12.327-Rp12.351 per USD. Menurut analis Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta mengatakan penguatan dolar tertahan, Rupiah mulai menguat. Hari ini rupiah berpeluang melanjutkan tren penguatannya melihat dollar index yang jatuh cukup dalam dini hari tadi," katanya dalam riset. Sementara itu,  Rupiah melemah 8,7 poin atau 0,7 persen ke Rp12.352 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp12.344 per USD.
Rupiah Terlemah dalam 6 Tahun Terakhir

Rupiah Terlemah dalam 6 Tahun Terakhir

Rupiah membuka pekan ini dengan pelemahan terhadap dollar Amerika Serikat. Mengutip Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp 12.352 per dollar AS. Rupiah melemah 0,45 persen jika dibandingkan dengan posisi akhir pekan lalu yang di level Rp 12.296 per dollar AS. Di pasar spot,rupiah sempat menyentuh Rp 12.375 per dollar AS pada pukul 10:48 WIB. Ini merupakan level rupiah terlemah sejak November 2008. Sepanjang enam tahun terakhir, rupiah pernah menyentuh Rp 12.650 per dollar AS, pada 24 November 2008. Dollar AS kembali menunjukkan kekuatan. Bloomberg Dollar Spot Index yang menyusuri kekuatan dollar AS terhadap 10 mata uang utama dunia, menguat ke level 1.122,69. Ini merupakan level terkuat dollar sejak Maret 2009.
Tahun Depan, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp 10.000-an

Tahun Depan, Rupiah Bisa Menguat ke Level Rp 10.000-an

Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri memiliki keyakinan kuat bahwa nilai tukar rupiah bakal menguat tahun depan, di level Rp 10.000-an. Jauh lebih optimistis dari prediksi Bank Indonesia dan Pemerintah. Penopang utamanya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM),” kata dia, dalam Seminar Nasional “Outlook Perekonomian Indonesia tahun 2015. Penopang keduanya, Faisal melanjutkan, adalah sektor otomotif. Defisit neraca dari sektor otomotif sudah mulai berkurang. Sepanjang Januari-Oktober 2014 defisit sektor otomotif ditaksir hanya 1 miliar dollar AS. Jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya yang justru boros devisa lantaran kebanyakan impor. Hingga akhir tahun prediksinya defisit 1,2 - 1,3 miliar dollar AS. Dan kita sudah eskpor mobil 258.000 unit,” kata Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas itu. Jadi selain boros BBM (dampak negatif), otomotif memberikan kontribusi nyata pada penguatan rupiah. Saya sudah ngobrol dengan Menperin, bagaimana ini diiringi dengan peningkatan komponen lokal terus-menerus,” terang Faisal. Selain itu, harga komoditi yang menurun diperkirakan sudah mencapai titik rendahnya, dan kembali
Mulai Hari Ini, Masyarakat Bisa Memiliki Uang Bersambung

Mulai Hari Ini, Masyarakat Bisa Memiliki Uang Bersambung

Bank Indonesia (BI) mulai Senin (24/11/2014) menerbikan uang rupiah khusus dalam bentuk uang bersambung atau tidak terpotong (uncut banknotes) pecahan Rp 100.000 tahun emisi 2014. Ada dua jenis uang khusus yang ditawarkan BI, yaitu isi dua lembar dan empat lembar. Masyarakat umum dan para kolektor yang berminat bisa memperoleh uang khusus ini di seluruh Kantor BI. Dalam edaran resmi bertanggal 24 November 2014, BI menyatakan bahwa masyarakat bisa datang langsung ke loket kas kantor BI seluruh Indonesia mulai pukul 09.00 sampai 11.30 waktu setempat. Peminat yang berniat membeli uang khusus wajib mengisi formulir yang telah disediakan dan membayar sejumlah uang. Berikut ini rinciannya. Uncut banknotes untuk lembaran berisi dua lembar dijual dengan harga (setelah pajak) Rp530.000. Sementara, untuk lembaran isi empat lembar dibaderol dengan hra Rp1.060.000 (setelah pajak). Pembayaran harus dilakukan secara tunai dan pembeli wajib membawa identitas diri. Selain itu, BI juga mengingatkan masyarakat yang ingin memiliki uang rupiah khusus untuk bergegas.