Tag : rupiah

Rupiah Terpuruk Gara-gara Pasar Senang Spekulasi

Rupiah Terpuruk Gara-gara Pasar Senang Spekulasi

Ketidakpastian penyesuaian suku bunga acuan The Federal Reserve menimbulkan spekulasi di kalangan investor atau pelaku pasar. Kebijakan ini menjadi penyebab utama pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil mengungkapkan, salah satu risiko bagi negara yang menerapkan devisa bebas seperti Indonesia adalah maraknya spekulasi atas sebuah kebijakan di luar negeri, terutama yang datang dari negara AS.  "Salah satu risiko iklim devisa terbuka seperti negara lain, ada kondisi orang berspekulasi kapan The Fed menaikkan suku bunga. Pelaku pasar senang sekali dengan ketidakpastian seperti ini," ujar dia saat berbincang dengan wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (31/7/2015).  Dijelaskannya, fluktuasi rupiah yang sempat tinggi pernah terjadi saat The Federal Reserve memutuskan penghentian stimulus moneter atau Quantitative Easing (QE) pada 2013. Beruntung, kata Sofyan, Indonesia saat ini mempunyai fundamental ekonomi cukup kuat meski ada perlambatan pertumbuhan ekonomi serta catatan defisit transaksi berjalan yang ikut berkontribusi terhadap depresiasi kurs rupiah.  "Sebenarnya kondisi kita oke. Mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi kita
Perlu Ada Sentimen Positif yang Mampu Angkat Rupiah

Perlu Ada Sentimen Positif yang Mampu Angkat Rupiah

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini dibuka melemah. Namun, Rupiah belum beranjak dari level Rp13.400 per USD. Melansir data Bloomberg, Jumat (31/7/2015), kurs Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF), Rupiah tercatat melemah 23,7 poin atau 0,18 persen ke Rp13.482 dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp13.458 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah berada di kisaran Rp13.465-Rp13.497 per USD. Sementara itu, Yahoofinance mencatat Rupiah mengalami pelemahan 35,5 poin atau 0,26 persen ke Rp13.481 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp13.461 per USD.
Kurs Rupiah terhadap Dolar April 2015

Pelemahan Rupiah masih Aman untuk Perbankan

Tertekannya Rupiah saat ini terhadap Dollar Amerika Serikat ditengarai masih aman dalam likuiditas perbankan. Hal ini diyakini setelah pihak BI sendiri melakukan stress test kepada mata uang Rupiah kepada bank bank apakah dampak dari pelemahan Rupiah ini sendiri dan juga terhadap penghambatan ekonomi dari obligasi. Bank Indonesia (BI) menyebut tertekannya rupiah akibat dolar Amerika yang menguat masih dalam kategori aman dari segi likuiditas untuk perbankan. Meyakinkan hal tersebut, BI melakukan stress test pada perbankan untuk melihat asumsi dampak depresiasi rupiah dan perlambatan ekonomi terhadap obligasi. “Setidaknya ada 25 bank yang terkena perlambatan akibat imbas dari stress test tapi tidak akan berpotensi menimbulkan gejolak dalam negeri karena bank-bank tersebut masuk kategori kecil berada di buku 1 dan 2,” kata Kata Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makro Prodensial Bank Indonesia Dwityapoetra S. Besar dalam diskusi bertema Menakar dan Meningkatkan Daya Tahan Sistem Keuangan Indonesia Saat Ini di Megawati Institute pada Rabu (1/4). Dari sisi korporasi, lanjut
Rupiah Kian Dekati Level Rp12.400/USD

Rupiah Kian Dekati Level Rp12.400/USD

Pelemahan yang terjadi pada nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin besar. Rupiah kini mendekati level Rp12.400 per USD.  Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 90 poin atau 0,74 persen menjadi Rp12.389 per USD. Rupiah ditutup bergerak di kisaran Rp12.321-Rp12.390 per USD. Sementara Bank Indonesia (BI) dalam Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencatat nilai tengah Rupiah ada di Rp12.352 per USD. BI mencatat Rupiah bergerak dalam kisaran Rp12.290-Rp12.414 per USD. Apabila tren penguatan dolar AS berlanjut, terbuka peluang bagi Rupiah untuk menjangkau lagi level terendah 2008 di Rp12.600," demikian seperti dilansir dari riset Monex. Salah satu faktor yang bisa menghambat koreksi lebih lanjut sejauh ini hanyalah fase penurunan harga minyak dunia. Sebagai net importer, Indonesia akan sangat terbantu oleh koreksi harga minyak di pasar internasional. Semakin murah harga minyak, semakin ciut pula beban defisit akibat pembayaran biaya impor migas dari luar negeri. Nilai tukar Rupiah sekarang terpantau di