Berita bisnis, ekonomi, kurs dan pasar modal

Informasi Pasar Obligasi di Indonesia Masih Minim

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sumber informasi untuk pasar obligasi sebagai instrumen investasi di Indonesia masih sangat minim. Hal itu diungkapkan oleh Ketua  Muliaman D Haddad dalam sambutannya di peluncuran Indonesia Bond indeks atau Indobex. Menurut Muliaman, informasi berkaitan obligasi penting mengingat, obligasi bisa menjadi salah satu sumber alternatif pembiayaan. "Instrumen obligasi secara perlahan pasti ke ekonomi kita. Untuk mengejar  pertumbuhan ekonomi yang tinggi, membutuhkan sumber pendanaan," kata dia di Jakarta. Perlakuan pasar obligasi berbeda dengan pasar uang atau valuta asing (valas) yang bisa memanfaatkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) sebagai sumber informasi. Apalagi jika dibandingkan dengan pasar modal untuk instrumen saham. Selama ini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara masif  memberikan berbagai infomasi indeks saham untuk pelaku pasar. Muliaman pun menekankan, dengan adanya Indobex ini diharapkan dapat memberikan informasi dan referensi terhadap perkembangan pasar obligasi Tanah Air. Indobex, diharapkan juga untuk mengantisipasi risiko di sektor keuangan. Kita cermati kejadian penting, sentimen domestik dan

Jelang Libur Akhir Pekan, Rupiah Masih Tertekan

Nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya pada perdagangan Jumat (7/11/2014). Indeks dollar AS yang masih dalam kenaikan kembali berpeluang menekan posisi rupiah. Bank Sentral Eropa (ECB) siap menggelontorkan lebih banyak lagi stimulus untuk mendorong pemulihan ekonomi. Indeks dollar AS melonjak tajam sementara di sisi lain euro melemah ke level terendah dalam dua tahun terakhir. Indeks S&P 500 serta DAX Jerman menguat tajam  dengan harapan stimulus ECB. Angka jobless claims AS yang turun juga membantu penguatan indeks dollar AS hingga dini hari tadi. Malam ini ditunggu data non-farm payrolls serta unemployment rate AS yang diperkirakan sedikit memburuk.  Rupiah menguat hingga kemarin sore bersama beberapa mata uang di Asia. Sentimen penguatan dollar AS di malam sebelumnya hanya berhasil menekan beberapa mata uang di Asia. IHSG terkoreksi cukup dalam dengan asing yang mencatatkan net sell. Riset Samuel Sekuritas Indonesia menyatakan, sentimen positif yang berasal dari pernyataan ECB yang pro stimulus berpeluang mendorong penguatan harga aset rupiah hari

Rupiah Menguat ke Kisaran Rp12.065-Rp12.119

Pagi ini nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pagi ini. Rupiah berada pada level Rp12.073 per USD. Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat sebesar 0,55 persen atau 66 poin dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di Rp12.139 per USD. Rupiah dibuka pada level Rp12.119 per USD. Adapun Rupiah bergerak di kisaran Rp12.065-Rp12.119 per USD. Menurut Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti , rencana kenaikan harga BBM bersubsidi diperkirakan turut mendorong kenaikan inflasi yang akan dirilis pada awal pekan depan. Namun pelemahan rupiah cenderung tertahan jika indeks kembali reli seperti yang terjadi pada bursa saham global dan regional saat ini. Hari ini, dolar AS berpotensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi menguat,” katanya dalam riset, Jumat (30/10/2014). Rupiah dibuka pada level Rp12.125 per USD setelah sebelumnya ditutup di Rp12.125. Rupiah menguat sebesar 0,39 persen atau 47 poin dan berada dalam kisaran Rp12.068-Rp12.170 per USD.

Rupiah Menguat ke Rp12.082/USD

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini terpantau menguat jika dibandingkan dengan perdagangan kemarin. rupiah pagi ini diperdagangkan di level Rp12.082 per USD. Setelah sebelumnya ditutup di posisi Rp12.139 per USD. Sementara, rupiah bertengger di level Rp12.078 per USD, setelah sebelumnya ditutup pada posisi Rp12.137 per USD. Adapun untuk range pergerakan rupiah selama lima hari ini bergerak di posisi Rp12.025-Rp12.125 per USD. Rupiah bahkan sempat menyentuh level tertingginya di Rp12.170 per USD dan level terendahnya di Rp12.068 per USD. Sedangkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), pergerakan mata uang Garuda ini berada di level Rp12.165 per USD.