Lezatnya Lotek Kalipah Apo 42, Terkenal Sejak 1953

SIAPA sangka usaha sajian kuliner sederhana bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama. Salah satunya Lotek Kalipah Apo di Bandung yang mulai berjualan sejak 1953. Adalah Mariana Latif, perempuan yang mulai berjualan lotek untuk pertama kalinya ini. Kini usaha lotek ini diurus dan dijalankan oleh generasi ketiga alias cucu dari Mariana Latif, Lidya. "Ini sudah ada dari tahun 1953. Nenek saya yang pertama jualan, lalu diteruskan ibu saya dan sekarang Saya yang tanggung jawab," kata Lidya, pemilik Lotek Kalipah Apo. Seporsi sajian lotek terdiri dari isian berupa sayur-sayuran yang diberi bumbu kacang sebagai sausnya. "Isinya sayuran seperti kangkung, taoge, kol dan nangka muda. Semua diaduk bersama bumbu kacang dan disajikan dengan lontong," jelas Lidya. Benar saja sayuran rebus yang berpadu dengan bumbu kacang terasa lezat. Tekstur bumbu kacangnya terasa creamy dan lembut, rasanya juga pas ada gurih dengan dominasi manis pedas. Jika dilihat sekilas, lotek memang mirip seperti gado-gado. Namun yang membuat berbeda adalah jika gado-gado disiram bumbu kacang maka
Berita bisnis, ekonomi, kurs dan pasar modal

Apple Jadi Raja Perusahaan Terbesar di Amerika

Apple kembali merajai daftar perusahaan terbesar di Amerika Serikat (AS). Pada awal tahun ini, produsen gadget ini telah mengantongi laba kuartalan terbesar di AS. Nilai kapitalisasi pasar Apple sebesar USD698 miliar. Walau begitu, perusahaan ini hanya mendapat peringkat 33 dalam daftar perusahaan terbesar AS pada 2009. Tapi, siapa sangka peringkat Apple terpuruk pada 2009? Banyak alasan untuk itu. Karena saat itu salah satu produk teranyarnya, iPad masih rumor, Apple iPod Nano baru memiliki video kamera dan iPhone 3G baru saja dirilis. Bahkan, saham Apple anjlok 8 persen saat penjualan iPhone tidak memenuhi ekspektasi. Tapi Wall Street akhirnya mengakui Apple sebagai perusahaan kakap setelah mencatatkan pendapatan sebesar USD53 miliar pada akhir tahun ini. Demikian dilansir dari CNN, Jumat (7/8/2015). Pada periode tiga bulan terakhir di 2014, Apple mencatatkan pendapatan terbesar secara kuartalan, yakni USD18 miliar. Alhasil, dengan pendapatan sekira USD53 miliar, laba bersihnya diproyeksi menembus USD10,4 miliar. Pada kuartal I-2015, Apple menjual 61 juta unit iPhone. Dan pada kuartal
Berita bisnis, ekonomi, kurs dan pasar modal

IMF pertimbangkan Yuan masuk mata uang cadangan

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) sedang mempertimbangkan untuk menyertakan mata uang China, Yuan dalam keranjang mata uang cadangan (Special Drawing Rights/SDR). SDR adalah mata uang internasional yang diciptakan IMF untuk mengatasi kesulitan likuiditas internasional dan menjaga stabilitas kurs mata uang. Hingga kini, sejumlah mata uang yang termasuk dalam Special Drawing Rights yakni, Dolar AS, Euro, Poundsterling Inggris, dan Yen Jepang. Mata uang tersebut digunakan untuk membantu membiayai negara-negara anggota IMF yang kekurangan devisa. Melansir laman NHK, Kamis (6/8/2015), IMF meninjau kembali keempat komposisi mata uang tersebut setiap 5 tahun. Pada peninjauan kali ini, fokus IMF adalah kemungkinan memasukkan Yuan sebagai mata uang ke-5. Menurut IMF, laporan volume perdagangan China memenuhi syarat untuk memasukkan Yuan sebagai SDR. Meskipun demikian Yuan tidak bebas digunakan seperti Dolar AS atau Yen Jepang. Pemerintah China pun diketahui memang tertarik untuk memasukkan mata uangnya dalam SDR. Anggota dewan eksekutif IMF kemungkinan besar memutuskan masalah tersebut pada akhir tahun ini.

Kapan Fenomena Super Dolar AS Berakhir?

ejak pernyataan Gubernur The Federal Reservemengumumkan akan menaikkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) muncul fenomena super dolar Amerika Serikat (AS) akibat spekulasi kebijakan tersebut. Fenomena ini merupakan tren penguatan dolar AS terhadap hampir seluruh mata uang di dunia, termasuk rupiah. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara mencatat depresiasi nilai tukar Euro terhadap dolar AS sejak Januari-Juli 2015 mencapai lebih dari 10 persen, Dolar Selandia Baru sampai 15 persen dan Krona Swedia 11-12 persen. Sementara kurs rupiah sejak Januari-Juli (year to date) tertekan 8,5 persen dan 1 persen secara month to date. Angka ini lebih baik dibanding mata uang Singapura, Malaysia dan negara ASEAN lain yang terdepresiasi lebih dari 1 persen. "Jadi ini bukan fenomena rupiah, tapi fenomena dolar AS," ucap dia saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (4/8/2015). Mirza mengakui pelemahan kurs Rupee India atau Peso Filipina relatif kecil karena India sudah berhasil menurunkan defisit transaksi berjalan secara signifikan dari 4,5 persen dari Produk